Sabtu, 05 Januari 2013

REVIEW JURNAL 2.2 Ekonomi Koperasi


ANALISIS DINAMIKA  ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN  KOPERASI SIMPAN PINJAM ETAM MANDIRI SEJAHTERA

Oleh :
 Midiansyah Effendi
Program Studi Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian,  Universitas  Mulawarman, Samarinda 75123 

sumber:
https://agribisnisfpumjurnal.files.wordpress.com


III. HASIL DAN PEMBAHASAN

 A.  Analisis Dinamika Organisasi  Koperasi Etam Mandiri Sejahtera
 Tujuan organisasi koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera adalah menunjang program pemerintah  untuk memberikan  pelayan simpan pinjam kepada nasabah untuk golongan usaha kecil dan menengah; membuka peluang kesempatan kerja kepada tenaga kerja  lokal atau putera daerah yang potensial demi memajukan kesejahteraan masyarakatnya; dan  berusaha mengentaskan kemiskinan melalui kegiatan simpan pinjam.
 Organisasi adalah kumpulan dari manusia-manusia individu, dan yang melakukan kegiatan adalah manusia-manusia individu yang menjadi anggota suatu organisasi yang bersangkutan. Oleh karena itu meskipun unsur-unsur lain telah disusun secara baik, namunsemua itu masih tergantung pada manusia-manusia yang terlibat  dalam organisasi. Jumlah anggota organisasi  yang terdiri Pembina, Pengurus, Manajer dan Karyawan adalah 70 (tujuh puluh)  orang yang tersebar di 10 (sepuluh)cabang baik di Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Sangatta (Kutim). Setiap cabang terdiri dari  6 – 7 orang setiap cabang.    Kasus yang penulis amati pada salah satu cabang yang ada di Kantor Cabang Samarinda Seberang, terdiri dari 1 (satu) orang kepala cabang  yang berperan sebagai manajer cabang, 1 (satu) orang  tenaga administrasi, 1 (satu) orang tenaga kasir, dan 3 (tiga)  orang tenaga marketing. Pada tenaga marketing ada seorang yang sekaligus berperan sebagai kepala seksi kredit, sehingga jumlah anggota organisasi koperasi di cabang ini ada 6 (enam) orang. Tiap-tiap cabang komposisi anggotanya  berbeda tergantung luas wilayah yang menjadi kewenangan cabang, seperti yang di  Kantor Cabang Balikpapan Rapak anggota ada 7 (tujuh) orang, tergantung luas wilayah yang menjadi kewenangan cabang dan banyaknya segmen pasar nasabah.  Rata-rata tingkat pendidikan anggota organisasi koperas, baik Pembina, Pengurus dan Karyawan koperasi adalah 70 (tujuh puluh) % berpendidikan perguruan tinggi, dari yang S-2, S-1, D-3 dan D-2, sedangkan sisanya 30 (tiga puluh) % adalah tenaga lulusan SLTA  yang berpengalaman dibidang manajemen perbankan dan koperasi.
                Struktur organisasi koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera  sebanyak 23 orang  masing-masing :
(1). Badan Pembina sebanyak 2 (dua ) orang
(2). Ketua koperasi sebanyak 1 (satu) orang dan dibantu oleh 2 (dua) orang sekretaris.
(3). Badan Pengawas sebanyak 1 (satu) orang
(4). Audit Intern sebanyak 1 (satu) orang
(5). Manajer Utama sebanyak 1 (satu) orang
(6). Manajer Dana sebanyak 1 (satu) orang
(7). Manajer kredit sebanyak 1 (satu) orang
(8). Manajer Personalia/SDM sebanyak 1 (satu) orang
(9). Manajer Pengembangan Usaha sebanyak 1 (satu) orang
(10).Manajer Administrasi dan Keuangan sebanyak 1(satu) orang
(11).Kepala Cabang sebanyak 10 (sepuluh) orang yang mengepalai setiap cabang.
Fasilitas yang dipakai oleh koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera, saat ini menempati gedung perkantoran di beberapa Ruko yang sudah sangat memadai, sebagai contoh Kantor Pusat dan Cabang Utama, yang ada di Jalan DI Pandjaitan menempati Ruko City View dua lantai, yang berada sangat strategis di pertigaan  jalan kearah Samairnda Utara. 
Koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera, baik kantor pusat dan kantor cabang, berada pada tempat yang sangat strategis dilingkungan pusat-pusat kegiatan ekonomi seperti Ruko (Rumah dan Toko) dan pusat perbelanjaan. Berdasarkan letak secara fisik, sangat menguntungkan bagi suatu organisasi koperasi yang bergerak di bisnis simpan pinjam untuk berkembang, dan dapat berhubungan baik kemana saja, sehingga lebih mudah diketahui dan dikenal keberadaannya, dan dari segi letak organisasi secara fisik tergolong sangat baik.
Lingkungan sosial budaya meliputi tingkat homogenitas anggota, tingkat homogenitas sosial budaya organisasi dengan lingkungan, dan apakah lingkungan sosial budaya dapat menunjang tercapainya tujuan organisasi  atau tidak. Secara  keseluruhan  kita dapat menilai dari semboyan “  Menjadi mitra UKM Terpercaya”.
 Intensitas interaksi antara pimpinan memang sudah mencukupi dari yang diperlukan oleh organisasi,  sebab antar pimpinan  hampir setiap hari  dapat berbicara   tentang keadaan organisasi dan permasalahannya, karena setiap unit yang ada dibawahnya,  dapat berhubungan dengan baik dengan pimpinan koperasi bila ada permasalahan yang mendesak.
 Secara struktural jumlah anggota koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera sesuai kekomplekan organisasi. Secara  organisatoris koperasi ini  ini tidak terlalu besar, karena masih dalam pembentukan dan pengembangan  dengan jumlah pembina, pengurus dan anggotanya berjumlah 60 (enam puluh) orang.
                Rentang kendali mencakup banyaknya unit atau orang yang diawasi, siapa yang harus mengawasi dan bagaimana cara pengawasannya. Semakin sedikit anggota yang diawasi , semakin efektif rentang kendali, namun disisi lain, semakin sedikit rentang kendali  semakin tidak efisien. Oleh karena itu perlu dicari perpaduan berapa jumlah unit atau anggota yang dapat dikendalikan. Hal ini menyangkut kemampuan individu yang mengawasi dan juga kekompakan tugas unit atau individu yang diawasi.
 Kejelasan fungsi unit atau anggota yang diawasi terutama  organisasi yang bersifat komersial, terlebih koperasi disatu pihak membawa misi sosial, dilain pihak misi bisnis komersial, rentang kendali yang bersifat lini merupakan hal yang wajar dan merupakan keharusan agar unit-unit organisasi yang dibawah mudah diawasi dan dikontrol, tetapibila ada permasalahan yang mendesak akan  dibuat tim gabungan antara satu bagian dengan bagian lain, sehingga  identifikasi dan pemecahan masalahnya  menjadi lebih mudah dan tuntas. Jadi akhirnya secara terstruktur organisasi bersifat aspiratif, tetapi dari segi aksi bersifat lini.
Secara keseluruhan, sebenarnya tingkat hirarki yang sudah ada cukup baik, sesuai dengan tingkat administratif  dan strata organisasi yang sudah ditetapkan oleh pengurus koperasi. Struktur yang baik,  tidak menjamin terselenggaranya suatu reorganisasi dengan baik, efektivitas dan efisiensi lebih banyak tergantung dari individu yang mengelola dan menjadi anggota dalam organisasi, serta bagaimana proses pengelolaan organisasi tersebut dalam mencapai tujuan.
 Struktur  kewenangan mengatur siapa yang seharusnya mempunyai kewenangan dalam  organisasi. Struktur kewenangan ini dapat dibedakan dalam organisasi. Struktur kewenangan ini  dapat dibedakan atas struktur kewenangan  monomorphic  dan  poly morphic. Pada pola struktur kewenangan  monomorphic semua keputusan yang menyangkut organisasi biasanya berada ditangan pimpinan organisasi, disini manajer koperasi, sedangkan   poly morphic  kewenangan mengambil keputusan ditentukan oleh bagian  yang diberi kewenangan tersebut. Pola   polymorphic  akan memerlancar jalannya organisasi, namun tanpa koordinasi yang baik, maka akan membuat kacaunya organisasi.
 Pola pada  koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera ini,  struktur kewenangan dapat dibagi berdasarkan batasan  lini, artinya penanganan klaim atau pelaksanaan  kegiatan atas simpan pinjam dapat saja  diputuskan manajer cabang pada wilayah yang menjadi tanggungjawabnya.
Struktur komunikasi adalah pola komunikasi yang disusun dalam organisasi, meliputi  komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal yang ada dalam organisasi koperasi. Struktur komunikasi mempunyai peranan yang penting dalam organisasi, karena dengan pola itu, dirancang bagaimana komunikasi antar pimpinan dan bawahan, antara bawahan dengan atasan,  terutama dalam pengarahan perilaku  yang diharapkan  bagi organisasi  dalam mancapai tujuan. Dalam pengaturan itu, maka bentuk serangkaian norma atau aturan organisasi atau instruksi dari pimpinan kepada bawahan atau sebaliknya,  tanpa pola komunikasi  yang jelas dan efektif, maka ada kemungkinan anggota tidak berperilaku sesuai dengan tuntutan organisasi .
Kemampuan anggota untuk melakukan tugas haruslah diperhatikan dan diperhitungkan dalam pengalokasian  peran  anggota  yang memerankannya.  Kejelasan sifat tugas bagi seluruh anggota telah ada,   namun anggota yang mendapat tugas ini terutama staf yang belum dapat menjabarkan secara rinci dari tugas tersebut, sehingga untuk mereka sebaiknya dibuat serinci mungkin, agar  tujuan organisasi  dapat tercapai. Dalam hal ini koperasi simpan pinjam Etam Sejahtera Mandiri menekankan pentingnya kejelasan tugas untuk masing-masing bagian atau unit agar berjalan baik, jadiboleh dikata kejelasan tugas adalah baik.
                Koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera bagi unit marketing yang memberikan sumbangan yang besar terhadap keuntungan koperasi,  akan mendapatkan imbalan berupa insentif bulanan dan akan dibayarkan per triwulan. Insentif yang diberikan harus sesuai dengan kinerja yang diberikan terhadap organisasi, terkecuali  untuk pengurus dan pembina mendapatkan tunjangan jabatan untuk setiap tanggungjawab yang diberikannya.
Jarak psikologis pada koperasi simpan pinjam juga bersifat informal, artinya hubungan antara atasan dan bawahan adalah optimal, dimana kesadaran emosional untuk masing-masing tingkatan baik, sehingga saling menghargai satu sama lain dan terlihat bahwa mereka mempunyai hubungan emosional dan sosial yang sangat baik,  walaupun anggota organisasi  koperasi tersebut terdiri atas beberapa etnis  suku bangsa dan rasa nasionalisme sangat tergambar pada koperasi ini. Pembinaan fisik dan mental dari masing-masing anggota koperasi baik pembina, pengurus dan karyawan  berjalan baik. Dari uraian diatas dapat disimpulkan jarak psikologis antara anggota adalah baik dan optimal.
Disamping faktor taksonomi dan struktur organisasi yang merupakan kerangka,  dan individu (akan dibahas pada bagian berikutnya) yang merupakan isi dari kerangka organisasi  yang akan kita bahas secara mendalam, maka faktor proses organisasi yang  membahas proses yang terjadi dalam organisasi dalam rangka pengelolaan sumberdaya yang ada (manusia maupun non manusia) dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Interaksi yang terjadi antara taksonomi, struktur dan individu yang terlibat didalam organisasi menjadi topik pembahasan tentang proses organisasi.

 B.  Analisa Kepemimpinan
 Jenis kepemimpinan organisasi ini tergolong kepemimpinan formal (headshif) yaitu kepemimpinan karena adanyakeputusan dan pengangkatan. Penunjukkan ini dilakukan oleh dewan  pembina dan pengurus koperasi pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang dilakukan  di kantor pusat setiap tahun. Pada rapat anggoa tahunan inilah kedudukan masing-masing unit disesuaikan dengan prestasi bagi staf atau karyawan untuk menduduki suatu jabatan.  Sekarang yang berperan sebagai ketua koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera adalah ibu Dra. Hanna, dengan dibantu oleh sekretaris Eva Kiring, A.Md dan Dau Ifung. Tingkat penerimaan anggota  dan daya dukung jenis kepemimpinan ini dalam organisasi cukup baik. Untuk jenis kepemimpinan ini dalam organisasi koperasi ini cukup baik.
                Kepemimpinan menunjukkan ciri-ciri sebagai berikut; Pimpinan koperasi Etam Mandiri Sejahtera adalah seorang penduduk lokal Kalimantan, berpenampilan menarik, familiar, dan ramah serta bijaksana, tugas yang diberikan  selalu memperhatikan atau mempertimbangkan  kemampuan anggota yang diberi tugas  dan disesuaikan  dengan imbalan  yang akan diberikan, sesuai dengan prestasi kerja  yang diberikan bagi organisasi.
                Aspek organisasi  koperasi Etam  Mandiri Sejahtera diklasifikasikan ke dalam organisasi tergolong sangat baik, hal ini dapat dilihat dari skor 20 responden yang didapat sebanyak 2740  dari toral skor keseluruhan 3000, dan berada pada kisaran (2500  –  3000),  hanya saja perlu lebih diperbaiki dimasa mendatang,  terutama menyangkut aspek taksonomi organisasi  dan aspek individu secara menyeluruh, agar dimasa mendatang akan menjadi lebih baik lagi.

 C.  Analisis  SWOT
                Analisa SWOT merupakan teknik penemuan yang amat sederhana  yang dapat membantu organisasi untuk memusatkan perhatian pada organisasi. Analisa ini berupa Strengths  (kekuatan-kekuatan);  Weakness (Kelemahan-kelemahan);  Opportunities (Kesempatan-kesempatan);  Threats  (Ancaman-ancaman) dalam organisasi. Dengan demikian kita dapat memperoleh gambaran tentang masalah-masalah yang mungkin kita hadapi sekarang ini atau dimasa mendatang. Serta sumber – sumber yang dapat kita gunakan untuk menghadapinya (Mitchel, 1998).
Kemudian menurut Barry Cushway  dan Derek Lodge (1995).  “SWOT” merupakan singkatan dari  Strengths (Kekuatan), Weakness (kelemahan),  Opportunities   (peluang atau kesempata) dan  Threats  (ancaman) dan dapat dijelaskan :
1.            Kekuatan adalah sebagai segi positif organisasi yang dapat membimbing kearah peluang yang lebih  luas, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan.
2.            Kelemahan adalah setiap kekurangan di dalam hal keakhlian dan sumberdaya organisasi. Pertimbangan perlu diberikan bagaimana dapat diobati, misalnya dengan pengambil-alihan, penggabungan atau pelatihan dan pengembangan.
3.            Peluang atau kesempatan menggambarkan peristiwa-peristiwa di lingkungan luar yang menungkinkan organisasi mendapatkan keuntungan. Hal ini timbul disebabkan oleh perubahan-perubahan teknologi, pasar dan produk, perundang-undangan dan sebagainya.
4.            Ancaman adalah bahaya atau masalah yang dapat menghancurkan kedudukan organisasi. Contoh peluncuran produk baru oleh pesaing, perubahan standar keamanan, perubahan model atau masalah-masalah yang timbul dengan pemasok atau pelanggan.
Kekuatan dan kelemahan berhubungan dengan perkembangan didalam organisasi,sedangkan peluang dan ancaman timbul terutama dari lingkungan luar organisasi.
 Pada taksonomi organisasi koperasi ini ada beberapa aspek yang dapat menjadi kekuatan bila dapat berperan secara berkesinambunan, dan dapat menjadi kekuatan besar dalam menentukan keberhasilan organisasi dimasa mendatang. Seperti filosofi dan tata nilai yang  berpedoman pada keinginan membantu  “Mitra UKM yang terpercaya”, artinya dalam tatanan kegiatan organisasi selalu menjadikan UKM golongan yang harus dibantu dan ini merupakan jumlah terbesar dalam lingkup dunia usaha di Kaltim, sehingga bila lapisan ini dapat terjangkau dan dipercaya oleh mereka (segmen UKM), maka bukan hal yang mustahil organisasi koperasi ini akan tumbuh berkembang dengan pesat. Komposisi anggota yang tidak terlalu banyak, mengingat organisasi koperasi   ini     masih   baru, akan memudahkan  dalam pengawasan dan pembinaan, sehingga akan menjadi kekuatan tersendiri, karena semua unit dalam struktur organisasi akan mudah diawasi dan dibina, akibatnya kinerja organisasi koperasi menjadi tinggi, dan menjadi kekuatan bagi organisasi ini. Struktur organisasi yang bersifat lini dan komponen-komponennya yang masih terbatas yaitu  dari ketua koperasi ke majaer utama, kemudian ke manajer unit dan garis komando akhir ke kepala cabang dimasing-masing unit, akan memudahkan mempermudah koordinasi dari masing-masing jenjang kebawahnya, sehingga apabila ada persoalan atau penyimpangan-penyimpanangan dalam hal kinerja atau perbuatan menyimpang,  akan mudah terpantau dan dapat segera diatasi. Peran teknologi yang sudah memadai, karena sudah merenggunakan sistem komputerisasi serta peralatan lain, yang  juga mendukung,  seperti telepon. dan facsimile akan memudahkan dalam hal pelaksanaan tugas rutin organisasi koperasi ini, sehingga tugas-tugas dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu, sehingga juga merupakan kekuatan bagi organisasi koperasi ini.  Lingungan fisik yang mendukung, seperti bangunan gedung, peralatan kantor yang memadai dan standar, juga akan mendukung keberhasilan organisasi.
Pada struktur organisasi yang menjadi kekuatan adalah ukuran organisasi,  rentang kendali, jumlah tingkat hirarki, struktur kewenangan, struktur status dan prestise dan jarak sosial yang tidak komplek, akan memudahkan berjalannya organisasi dengan baik.
Pada proses organisasi yang menjadi kekuatan adalah komunikasi, pengendalian, sosialisasi dan supervisi. Sosialisasi di dalam organisasi sangat memegang peranan penting, karena menyangkut memperkenalkan aturan dan tata nilai bagi anggota organisasi, sehingga setiap anggota akan tahu secara pasti,  apa yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya serta imbalan dan konsekwensinya untuk  kemajun organisasi. Pelaksanaan soialisasi di luar organisasi yang dilakukan melalui promosi  secara kontinyu adalah merupakan hal yang sangat strategis,  untuk memperkenalkan organisasi koperasi di tengah-tengah masyarakat, dan ini akan menjadi kekuatan yang sangat mendukung  kemajuan organisasi, bila dilihat dari penerimaan masyarakat terhadap organisasi koperasi tersebut.
Pada individu dalam organisasi, semua aspek belum menunjukkan kekuatan yang sempurna, berbeda dengan kepemimpinan dalam  organisasi yang menunjukkan kekuatan adalah gaya kepemimpinan yang bersifat demokratis,  berarti semua komponen baik pembina, pengurus dan karyawan akan bekerja dengan baik,  karena pengelolaan organisasi dilakukan secara terbuka dan professional, perbuatan pemimpin yang memperhatikan aspirasi bawahan dan sifat-sifat pemimpin yang penuh pengertian dalam memberikan tugas dan tanggungjawab  serta insentif yang sesuai dengan kinerjanya, merupakan hal yang mendorong suatu keberhasilan, bila pemimpin akan dicintai oleh bawahan dan komunitasnya.

Analisa SWOT organisasi Koperasi Simpan Pinjam Etam Mandiri Sejahtera
Kekuatan
Kelemahan
A. Taksonomi Organisasi :
1. Filosofi dan tata nilai
2. Komposisi anggota
3. Struktur Organisasi
4. Teknologi
5. Lingkungan fisik

B. Struktur Organisasi :
1. Ukuran
2. Rentang Kendali
3. Jumlah tingkat
hirarki
4. Struktur keuangan
5. Struktur Status dan
prestise
6. Jarak Psikologis

C. Proses Organiasai :
1. Komunikasi
2. Pengendalian
3. Sosialisasi
4. Supervisi

D.  Individu dalam
organisasi
 Semua aspek
mempunyai kekuatan
tetap belum sempurna

E. Kepemimpinan :
1. Gaya kepemimpinan
2. Yang harus dilakukan
pemimpin
3. Sifat-sifat pemimpin



A.  Taksonomi Organisasi
1. Tujuan Organisasi
2. Ciri-ciri
waktu/Komposisi
anggota



B.  Struktur Organisasi
1. Struktur
Komunuikasi
2. Struktur Tugas





C.  Proses Organisasi :
1. Hubungan antar
Peran
2. Koordinasi



D.  Individu dalam
Organisasi
Semua aspek masih
perlu diperbaiki

E.  Kepemimpinan
       1. Jenis
Kepemimpinan

Peluang
Ancaman
A.  Taksonomi Organisasi
1. Filosifi dan tata nilai
2. Komposisi anggota
3. Teknologi
4. Lingkungan fisik

B.  Struktur Organisasi 
1. Ukuran
2. Rentang Kendali
3. Jumlah Tingkatan
Hirarki
4. Struktur Kewenangan
5. Struktur Status
6. Jarak Psikologi

C.  Proses Organisasi
1. Komunikasi
2. Pengendalian
3. Sosialisasi
4. Supervisi

D.  Individu dalam
Organisasi Semua aspek belun dapat
menjadi peluang  yang
lebih baik.

E.  Kepemimpinan
1. Gaya Kepemimpinan
2. Yang harus dilakukan
oleh pemimpin
3. Sifat-sifat  pemimpin
A.  Taksonomi Organisasi
1. Tujuan Organisasi
2. Ciri-ciri waktu/Komposisi anggota

 B.  Struktur Organisasi
1. Struktur Komunuikasi
2. Struktur Tugas

 C.  Proses Organisasi :
1. Hubungan antar Peran
2. Koordinasi



D.  Individu dalam Organisasi
Semua aspek masih perlu diperbaiki

E.  Kepemimpinan
 1. Jenis
Kepemimpinan



 Pada taksonomi organisasi yang menjadi kelemahan adalah tujuan organisasi dan ciri-ciri  atau  komposisi anggota perlu dilihat, karena kelemahan pada tujuan orgnaisasi menyebabkan organisasi kurang memberikan arah pada pencapaian  tujuan yang harus ditempuh dan keberhasilan yang akan diraih. Tujuan yang terlalu ekstrim untuk mengejar nasabah sebanyak-banyaknya agar memperoleh keuntugan yang sebesar-besarnya  bagi organisasai, bila tidak terlaksana dengan baik akan menjadi kelemahan bagi organisasi, karena sebagai kopesasi tidaklah tepat kalau terlalu mengejar keuntungan, karena seperti kita ketahui  koperasi adalah oraganisasi ekonomi yang berwatak sosial,  artinya walaupun organisasi ini bekerja untuk mencari keuntungan dan efisiensi, tetapi sebagai organisasi koprerasi harus berwatak sosial dalam arti,  aktivitas yang dilakukan adanya keinginan membantu masyarakat ekonomi lemah untuk maju, misalnya memberi pelatihan dan bimbingan pada nasabah yang menjadi pelanggannya. Sedangkan ciri-ciri waktu yang perlu diperhatikan adalah lamanya pengabdian anggota, harus mendapatkan pengakuan (reward)  secara baik  dari organisasi. Hal ini jangan sampai terjadi adanya pengakuan dan penghargaan yang diberikan kepada anggota organisasi yang tidak sesuai dengan norma organisasi. Setiap individu harus mendaparkan reward,    harus sesuai kinerja dan prestasinya dan tidak bersifat subyektif. Apabila ini terjadi tentu akan menjadi kelemahan bagi organisasi, karena individu dalam organisasi menjadi tidak kompak, sehingga tujuan organisasi sulit tercapai.
Pada struktur organisasi yang perlu mendapatkan perhatian  adalah struktur komunikasi dan struktur tugas, dimana komunikasi sangat menentukan keberhasilan organisasi, mengingat organisasi koperasi ini bersifat bisnis simpan pinjam, yang berusaha mencari nasabah. Oleh karena itu tanpa adanya komunikasi yang baik antar anggota organisasi maupun dengan pelanggannya, sehingga sedikit saja kelemahan yang timbul akan menjadi kendala untuk kemajuan organisasi. Pada proses organisasi yang sangat berperan adalah pola hubungan antara peran dan pengkoordinasian. Struktur peran yang tidak jelas serta tumpang-tindihnya tugas yang diberikan,  akan mempersulit dalam hal pengkoordinasian tugas dan peran yang ditampilkan, sehingga tanpa adanya hubungan antar peran dan koordinasi yang baik, organisasi akan sulit berkembang.
Pada individu dalam organisasi hampir semua aspek mempunyai kelemahan sehingga perlu ditingkatkan. Jenis kepemimpinan juga memegang peranan penting untuk kemajuan organisasi. Jenis kepemimpinan kini yang dipegang  oleh seseorang yang demokratis, dipilih melalui mekasisme rapat anggota tahunan, namun dalam pelaksanaanya bersifat mutlak akan mematikan motivasi bawahan, sehingg hal ini dapat menjadi kelemahan, bila tidak  diperhatikan secara baik.
Pada taksonomi organisasi  yang menjadi peluang adalah filosofi dan tata nilai, komposisi anggota, teknologi dan lingkungan fisik. Ini disebabkan setiap items dari struktur organisasi merupakan kekuatan yang melahirkan  peluang. Pola struktur organisasi dari pimpinan sampai cabang bila berjalan dengan baik, sesuai dengan fungsi dan peranan masing-masing,  maka semua orang menaruh kepercayaan pada organisasi tersebut. Apalagi  bila ini bersifat bisnis, kepercayaan dapat menunjang keberhasilan organisasi. 
Pada struktur organisasi  yang menjadi peluang adalah ukuran organisasi, rentang kendali, jumlah tingkatan hirarki, struktur kewenangan, struktur tugas dan jarak psikologis. Kesemuanya ini juga dapat merupakan peluang, bila semua items berjalan baik,  karena struktur organisasi yang baik menentukan kemampuan organisasi tersebut.
Pada proses  organisasi yang dapat menjadi peluang adalah komunikasi, pengendalian, sosialisasi dan supervisi. Diantara yang terpenting adalah komunikasi dan sosialisasi. Komunikasi yang baik akan berpengaruh pada pelayanan terhadap pelanggan, demikin pula sosialisasi menentukan pula keberhasilan dalam menghimpun anggota atau pelanggan. Untuk kepemimpinan yang menjadi peluang adalah gaya kepemimpinan, perbuatan pemimpin dan sifat-sifat pemimpin. Gaya, perbuatan dan sifat pemimpin yang baik,  akan membawa organisasi kearah perbaikan secara berkesinambungan. Keberhasilan dan kegagalan suatu organisasi atau kelompok sangat tergantung pada pemimpinnya dan motivasinya untuk memajukan organisasi. Tanpa pimpinan yang baik, maka organisasi sulit untuk meraih kesuksesan dimasa mendatang.
Pada taksonomi organisasi yang menjadi ancaman adalah tujuan organisasi, struktur organisasi. Ini disebabkan tujuan organisasi yang belum baik akan menjadi ancaman bagi pengembangan organisasi dimasa mendatang. Demikian pula  dengan struktur organisasi yang belum baik akan menjadi ancaman kelancaran pelaksanaan tugas  dalam organisasi,  sehingga terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan peranan, akhirnya produktivitas koperasi akan menurun. Pada struktur organisasi yang menjadi ancaman adalah struktur komunikasi  dan struktur tugas. Tanpa struktur komunikasi dan struktur tugas yang baik akan mengancam kelancaran tugas yang dilaksanakan. Berakibat organisasi koperasi ini akan sulit meraih lebih banyak nasabah simpan pinjam. Pada proses organisasi yang menjadi ancaman adalah pola hubungan antar peran dan koordinasi. Tanpa hubungan antar peran dan koordinasi yang baik,  maka  organisasi tersebut tidak solid dan pelaksanaan tugasnya akan tumpang tindih dan efektivitas kerja tidak tercapai. Hampir semua aspek dari  individu dalam organisasi  menjadi ancaman bila tidak dilaksanakan perbaikan, karena keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh orang-orang yang ada didalam organisasi. Untuk jenis kepemimpinan yang akan menjadi ancaman, bila pemilihan jenis kepemimpinan yang dilakukan tidak tepat. Jenis kepemimpinan yang bersifat lini, tidak akan menimbulkan inisiatif yang baik bagi anggota organisasi. Padahal kemampuan anggota organisasi dalam berinisiatif sangat menentukan keberhasilan organisasi  untuk mencapai tujuan dimasa mendatang. 

NAMA : RACHMA ANNASTARI
NPM   : 25211695

REVIEW JURNAL 2.1 Ekonomi Koperasi


ANALISIS DINAMIKA  ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN  KOPERASI SIMPAN PINJAM ETAM MANDIRI SEJAHTERA

Oleh :
 Midiansyah Effendi
Program Studi Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian,  Universitas  Mulawarman, Samarinda 75123 

sumber:
https://agribisnisfpumjurnal.files.wordpress.com/2012/03/jurnal-vol-2-no-2-midi.pdf


ABSTRACT
Dynamic of organization and leadership were very important to know progress organization to reach goal.  Progress one organization knew with use methods of dynamic and mechanic of organization where the leadership was important  factor to be role of organization. The purpose of this research were to know dynamic of organization (taxonomy, structure, process and individu) and the leadership (style, type, function and karacteristic).
This research used descriptive informational  method to 20 respondents. The result of this research showed that dynamic of organization very goodl (taxonomy, structure, process and individu). Part of organization must be change ware goal (taxonomy), structure of communication and task (structure of organization), relationship between role and coordination (process of organization), and characteristic of individu in organization. Type and style of  leadership must be combined in agreement with condition dan situation in organization.

 Keywords: dynamic, organization, leadhership

 I. PENDAHULUAN

 A. Latar Belakang
                Masyarakat kita merupakan masyarakat yang terdiri dari satuan-satuan organisasi. Kita dilahirkan dalam organisasi, dididik, dibesarkan bahkan bekerjapun tidak terlepas dari organisasi, dan tidak dapat kita pungkiri hampir semua dari kita melewati masa hidup  dengan bekerja  untuk kepentingan organisasi (Etzioni, 1985).   Menurut Etzioni  (1985) bahwa peradaban modern pada hakekatnya  menunjukkan bahwa organisasi sebagai bentuk pengelompokan sosial yang paling rasional dan efisien,  sehingga dengan mengkoordinasikan  sejumlah besar tindakan  manusia, organisasi mampu menciptakan suatu alat sosial yang ampuh dan dapat diandalkan.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa manusia selalu hidup bersama (dalam kelompok atau organisasi), dan melalui hidup bersama dan bekerjasama tersebut manusia akan lebih mudah mencapai tujuan. Namun dilain pihak , sering terjadi ketidakmampuan orang bekerjasama dan gagal dalam mencapai  tujuan bersama.  
                Semakin besar dan komplek suatu organisasi, maka akan semakin besar pula tuntutan akan fasilitas, keakhlian dalam melakukakan pekerjaan  tertentu, kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk berbuat sesuatu,  dan kemampuan menggunakan konsep-konsep manajemen untuk mengelola organisasi.
Dalam teori organisasi, kehidupan organisasi tidak hanya ditandai oleh adanya kegiatan interaksi anggota-anggotanya  secara perorangan ataupun secara bersama,  tetapi ditandai pula oleh adanya proses pelaksanaan fungsi-fungsi tertentu dalam organisasi (proses organisasi) yang sesuai dengan struktur yang telah ditunjukkan. Sebenarnya hal ini bersifat resiprokal (timbal balik), sebab proses organisasi akan terjadi bila ada yang menjalankannya, yakni orang-orang yang ada dalam organisasi tersebut.
Seirama dengan pemikiran diatas, dan kajian permasalahan  secara konkrit, penulis merasa perlu melakukan penelitian tentang analisis organisasi dan kepemimpinan  terhadap organisasi koperasi yang berkonotasi bisnis komersial, namun mengutamakan pelayanan  sosial kepada masyarakat anggota dan masyarakat sekitar yang membutuhkan modal untuk usaha,  baik skala kecil dan menengah. Sejauh  mana organisasi ini dapat berperan ganda  sebagai lembaga ekonomi, namun tetap memperhatikan peran lembaga sosial yang membantu masyarakat anggota dan sekitar agar tetap berjalan dinamis dalam mencapai tujuan,  dan bagaimana peran pemimpin di dalamnya, maka dapat dikaji keberadaannnya dari aspek organisasi,  yakni Koperasi  Simpan Pinjam Etam Mandiri Sejahtera (Badan Hukum Nomer Analisa Dinamika Organisasi dan Kepemimpinan (Midiansyah Effendi) 15583/BH.6/XI/2003)  yang berkantor pusat  di Jalan DI.  Pandjaitan Ruko City View No. 09 Telpon/Faxcimile (0541) 771110Ko ta Samarinda Kalimantan Timur.

B. Tujuan Peneitian
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
1.     Dinamika organisasi  koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera baik aspek (taksonomi, struktur, proses dan individu dalam organisasi)
2.    Faktor kepemimpinan organisasi koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera (melalui gaya kepemimpinan, jenis kepemimpinan, fungsi kepemimpinan, dan ciri kepemimpinan).

II. METODE PENELITIAN

A . Waktu dan Lokasi Penelitian
 Penelitian ini berlangsung selama 2 (dua) bulan sejak proposal ini ditulis dan  sampai dihasilkan laporannya, yaitu dari  bulan Agustus sampai September 2005, pada institusi koperasi sebagai obyek contoh;  yaitu koperasi simpan pinjam Etam Mandiri  Sejahtera yang berkantor pusat pusat di Jalan DI Pandjaitan No. 09 Ruko City View,  telepon/faksimile  (0541) 771110 Kecamatan Samarinda Utara  Kota Samarinda.

B. Metode Pengambilan Sampel

1. Mengambil sampel pihak yang terkait dengan keberadaan koperasi
                Responden untuk mengetahui dinamika organisasi dan kepemimpinan  koperasi simpan pinjam dilakukan secara purposive atau sengaja, yaitu pihak yang terlibat langsung dengan  keberadaan dan operasional langsung koperasi koperasi, dan pihak-pihak yang dianggap layak untuk memberikan keterangan yang diperlukan. Sampel terdiri atas 10 orang yang termasuk pembina dan pengurus, dan 5 orang karyawan koperasi yang terlibat paling lama dalam kegiatan dan pelaksanaan operasional koperasi.

 2. Mengambil sampel pihak pengguna jasa koperasi, yang juga anggoa koperasi
 Responden diambil berdasarkan sampel kejadian (Accidental  sampling) saat penelitian dilaksanakan, yaitu  para pengguna jasa atau anggota koperasi yang ditemui dan membutuhkan jasa pelayanann koperasi, sebanyak 5 orang, sehingga total keseluruhan sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 (dua puluh) orang.

C. Rancangan penelitian
 Penelitian ini dirancang sebagai penelitian survai yang bertujuan menjelaskan fenomena di masyarakat dan diarahkan untuk menjelaskan fakta dan kejadiann yang ada dan bersifat deskriptif-informatif,  dan berusaha menjelaskan kejadian sesuai fakta yang ada di lapangan yang sifatnya mencari keterangan-keterangan berkaitan dengan keberadaan dan operasional koperasi sehingga menjadi organisasi yang berkembang dan dinamis. Tujuan metode survai  menurut Singarimbun (1986;8) selain mengumpulkan data yang bersifat sederhana, juga dapat bersifat menerangkan atau menjelaskan (to explain), yakni mempelajari fenomena sosial yang terjadi dengan mengamati hubungan variabel penelitian. Penelitian yang bersifat deskriptif-informatif  menjelaskan fenomena yang terjadi secara logis dan informatif yang sifatnya mencari keterangan-keterangan yang berhubungan antar variabel dan diinformasikan secara deskriptif sambil mencari hubungan-hubungan antar  variabel amatan, disamping akhirnya mencari kesimpulan dari kajian yang diamati, dimana kekuatan dan kelemahan yang harus ditindak-lanjuti menjadi rekomendasi obyektif (Miles dan Huberman, 1992).

D. Metode Analisis Data
                Kedinamisan organisasi dan kepemimpinan koperasi simpan pinjam Etam Mandiri Sejahtera diketahui dengan melakukan analisa sebagai berikut :
1. Analisa skoring berdasarkan ciri dari masing-masing items yang telah ditentukan mencakup (Taksonomi Organisasi,  Struktur Organisasi, Proses Organisasi, dan Individu dalam Organisasi, serta Kepemimpinan dalam Organisasi), dilakukan dengan skala Likert dengan jenjang skor terendah 1 (satu)  dan tertinggi 5 (lima).
2  Analisa SWOT dengan melihat komponen-komponen kekutan, kelemahan, peluang dan ancaman yang teridentifikasi, untuk melihat-hal hal yang mungkin berperan untuk menentukan pertimbangan strategis,  terhadap pemecahan  masalah yang harus diatasi  demi perbaikan organisasi lebih lanjut.


NAMA : RACHMA ANNASTARI
NPM   : 25211695

REVIEW JURNAL 1.2 Ekonomi Koperasi


STRATEGI PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM BERKOPERASI DI SMK NEGERI 1 PATI

Oleh : Anik Hindayani
Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang

sumber:


Metode

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskritif  yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain (Moleong, 2005:6). Sumber data ada dua macam yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data utama yaitu: (a). Kepala sekolah; (b). Pengurus koperasi sekolah; (c). dan Siswa. Sumber data sekunder merupakan sumber data pelengkap yang berfungsi melengkapi data yang di perlukan oleh data primer. Di penelitian ini data sekundernya adalah seperti laporan keuangan koperasi sekolah, program kerja koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati. Selain itu dilakukan juga observasi sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala alam dengan jalan pengamatan dan pencatatan (Kartono, 1990:157). Metode analisis dalam penelitian ini digunakan triangulasi dengan cara membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang.

Hasil dan Pembahasan

Partisipasi merupakan faktor yang terpenting dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan suatu organisasi, begitu juga dengan koperasi sekolah tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan anggota. Keberhasilan koperasi sangat ditentukan oleh perhatian, pengertian dan dukungan dari para anggotanya.
Partisipasi siswa dalam kegiatan koperasi sekolah akan menentukan keberhasilan koperasi sekolah itu sendiri, dengan adanya jiwa yang sadar untuk berkoperasi maka akan timbul semangat yang dapat meningkatkan partisipasi anggota untuk memberikan dukungan terhadap perkembangan koperasi.
Faktor yang mempengaruhi keikutsertaan siswa dalam berkoperasi di SMK Negeri 1 Pati, seperti yang diungkapkan pembina koperasi sekolah pada saat wawancara sebagai berikut :
“Dari guru-guru di SMK Negeri 1 Pati menginginkan agar siswa disini berlatih untuk berwirausaha dan berorganisasi supaya bisa berguna di masyarakat nantinya. Siswa di sini juga senang melakukan organisasi dan berwirausaha karena menambah pengalaman mereka, dan dengan adanya koperasi sekolah kebutuhan mereka dapat terpenuhi”. (WP1:5)
Hasil wawancara tersebut diketahui bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan siswa dalam berkoperasi sekolah yaitu guru-guru SMK Negeri 1 Pati yang menginginkan agar siswa-siswinya berlatih berorganisasi dan berwirausaha supaya lulusan dari SMK Negeri 1 Pati lebih bisa berguna di masyarakat nantinya. Siswa-siswi SMK Negeri 1 Pati juga antusias dalam melaksanakan organisasi maupun wirausaha karena menurut siswa dengan dilibatkan dalam kegiatan koperasi sekolah dapat menambah pengalaman, dapat memenuhi kebutuhan siswa terutama kebutuhan akan perlengkapan dan peralatan sekolah dengan harga yang terjangkau seperti yang di ungkapkan Dita salah satu siswa SMK Negeri 1 Pati :
“Harganya lebih murah, yang melayani temannya sendiri, biasanya barang yang Kita bu-tuhkan cuma ada dikoperasi”. (WS 3:17)
Berdasarkan wawancara tersebut siswa lebih suka membeli di koperasi sekolah daripada toko luar sekolah, kerena harga barang di koperasi sekolah lebih murah, yang melayani teman sendiri, dan pelayanannya lebih cekatan.
Menurut  hasil wawancara dengan  Bu Susi selaku bendahara koperasi SMK Negeri 1 Pati, yang mempengaruhi keikutsertaan siswa dalam kegiatan koperasi sekolah adalah :
“Kebutuhan pribadi dan kebutuhan sekolah dapat terpenuhi. Kesadaran siswa dalam berkoperasi,  bahwa dengan berkoperasi bisa menerapkan ilmu atau pelajaran yang telah di dapatkan seperti misalnya pelajaran akuntansi. Dukungan dari guru, untuk menanamkan jiwa berkoperasi pada siswa dan melatih organisasi supaya siswa bisa bekerjasama dengan temannya”. (WP2:5)
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi keikutsertaan siswa dalam berkoperasi adalah keinginan siswa sendiri kerena dengan adanya koperasi sekolah kebutuhan mereka dapat terpenuhi, selain kebutuhan siswa terpenuhi mereka juga bisa belajar menerapkan pelajaran akuntansi yang didapatkan pada saat di kelas dan menambah pengalaman, adapun hal lain yang mendukung siswa ikutserta adalah dukungan dari guru SMK Negeri 1 Pati supaya siswanya berlatih berorganisasi dan bisa bekerjasama dengan temannya.
Koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Pati, dikenalkan kepada siswa melalui penyuluhan pada saat Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) oleh guru IPS mereka sesuai dengan pernyataan kepala sekolah pada saat wawancara, sebagai berikut: “Dengan cara memberikan kewenangan pada guru IPS untuk menyampaikan tentang koperasi sekolah pada saat Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD)”. (WKP:20).
Harapan guru dan kepala sekolah dengan adanya koperasi sekolah siswa bisa berlatih be-kerjasama, beroganisasi, dan bisa menerapkan pelajaran yang telah didapatkan di sekolah, dan kebutuhan siswa dapat terpenuhi.
Di SMK Negeri 1 Pati, siswa berpartisipa-si aktif dalam kegiatan  koperasi sekolah, seperti yang telah di kemukakan oleh bendahara koperasi sekolah sebagai berikut: “Sudah sangat aktif, kalau ada barang yang di butuhkan oleh siswa. Siswa langsung mengkonsultasikan ke guru pengurus yang bersangkutan, sehingga kebutuhan siswa yang dibutuhkan dapat segera terpenuhi”. (WP3:10)
Siswa SMK Negeri 1 Pati, sudah berpar-tisipasi aktif dalam kegiatan koperasi sekolah. Apabila barang yang dibutuhkan oleh siswa belum ada di koperasi sekolah, siswa langsung mengkonsultasikan ke guru atau pengurus yang bersangkutan, sehingga kebutuhan siswa dapat segera terpenuhi.
Berdasarkan hasil wawancara dapat di ketahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa dalam berkoperasi di SMK Negeri 1 Pati adalah kesadaran diri siswa sendiri dalam kegiatan koperasi sekolah, dukungan dari guru dan keinginan pemenuhan kebutuhan.

Adapun Strategi SMK Negeri 1 Pati dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam berkopera-si banyak dipengaruhi oleh peranan stakeholder. Strategi sangat penting digunakan, supaya usaha yang dijalankan bisa berjalan lancar. Besar atau kecil usaha apabila tidak didukung dengan stra-tegi yang baik. Hasilnya tidak akan memuaskan, seperti halnya dengan koperasi sekolah yang termasuk usaha kecil, tidak berbadan hukum, yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya yaitu siswa SMK Negeri 1 Pati.
Koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Pati tidak lepas dari peranan kepala sekolah seperti yang telah diungkapkan dalam wawancara, ”Walaupun koperasi sekolah disini tidak ada dalam penjurusan. Karena dahulu koperasi seba-gai sokoguru pembangunan jadi kami berusaha untuk menumbuhkan koperasi sekolah baik itu sebagai media pembelajaran siswa, koperasi sekolah juga bisa melatih siswa untuk berorganisasi dan bergotong royong dengan teman”. (WKP:18)
Dari pernyataan diatas dapat dikemukakan walaupun di SMK Negeri 1 Pati, koperasi tidak ada dalam penjurusan tetapi koperasi sekolah tetap di adakan di SMK Negeri 1 Pati ini karena koperasi merupakan sokoguru ekonomi pembangunan Indonesia, selain itu koperasi sekolah bisa digunakan sebagai media pembelajaran siswa, koperasi sekolah juga bisa digunakan untuk melatih siswa dalam berorganisasi dan bergotong- royong.
Koperasi sekolah harus mempunyai strategi yang baik supaya jalan, dan berkembang degan baik sesuai dengan apa yang diharapkan. Ke-pala sekolah sebagai seseorang yang mempunyai kewenangan penuh di sekolah mempunyai peranan penting dalam meningkatkan dan mengembangkan koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Pati.
Strategi yang digunakan oleh SMK Negeri 1 Pati untuk meningkatkan partisipasi siswa da-lam berkoperasi, yaitu dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan koperasi sekolah. Seperti yang diungkapkan kepala sekolah : “ya dengan mengikutsertakan siswa secara langsung mbak, seperti mengikutsertakan siswa dalam permodalan koperasi yaitu siswa membayar simpanan pokok Rp 5.000 dibayar pada saat daftar sekolah dan simpanan wajib dibayar Rp 1.000/bulan. Pada tahun ajaran baru dibentuk daftar piket siswa harian untuk jaga koperasi dan melaporkan hasil penjualan ke guru bendahara pengurus. Menjual barang yang dibutuhkan siswa di koperasi sekolah seperti buku pelajaran, perlengkapan sekolah dan lembar jawaban”. (WKP:19)
Berdasarkan wawancara tersebut, strategi yang digunakan dalam meningkatkan partisipasi siswa di SMK Negeri 1 Pati, yaitu dengan mengikutsertakan siswa secara langsung dalam kegia-tan koperasi sekolah. SMK Negeri 1 Pati mengikutsertakan siswa dalam permodalan koperasi yaitu siswa membayar simpanan pokok sebesar Rp 5.000,00 pada awal masuk sekolah dan simpanan wajib sebesar Rp 1.000,00 per bulan. Siswa SMK Negeri 1 Pati Selain ikutserta dalam permodalan juga diikutsertakan dalam piket harian untuk menjaga koperasi sekolah, khususnya siswa jurusan akuntansi. Pernyataan tersebut juga di perkuat oleh ungkapan dari pembina koperasi sekolah dengan strategi yang digunakan yaitu sebagai berikut :
“Iya pasti ada. Seperti dengan cara melibatkan langsung siswa dalam menangani koperasi siswa, setiap tahun ajaran baru dibuatkan piket jaga koperasi untuk siswa jurusan akuntansi biar siswanya berlatih melakukan organisasi dan membuat pembukuan atau laporan keuangan jadi mereka bukan hanya mempelajari pelajaran akuntansi secara teori saja tapi juga bisa dengan praktiknya juga, di koperasi siswa juga menjual barang dan perlengkapan sekolah yang dibutuh-kan oleh siswa”.(WP 1:1)
Pelaksanaan strategi tersebut seperti yang diungkapkan oleh bendahara koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati sebagai berikut:
“Setiap hari sesuai jadwal piket di minta hadir di koperasi siswa untuk melaksanakan tugas pembelian dan penjualan. Pada akhir kegiatan jam 13.00 wib siswa disuruh buat laporan hasil penjualan dan membuat daftar stok barang, dan juga siswa harus mengisi daftar hadirnya”.(WP2: 2)
Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa, selain siswa harus membayar simpanan pokok dan simpanan wajib siswa juga ikutserta menjaga dan melaksanakan kegiatan di koperasi sekolah, seperti melaksanakan tugas pembelian dan penjualan, pada akhir kegiatan siswa diminta untuk membuat laporan hasil penjualan dan membuat daftar stok barang. Dengan tujuan supaya siswa bisa berlatih berorganisasi danberwirausaha dan yang paling penting adalah siswa bisa menerapkan pelajaran yang telah diperoleh di kelas ke dalam kehidupan sehari-hari, dan siswa bisa lebih siap apabila diterjunkan di masyarakat nantinya. Seperti yang diungkapkan pembina koperasi sekolah dalam wawancara.
“dilaksanakan dengan melibatkan siswa secara langsung itu tadi mbak, misalnya sesuai jadwal piket siswa harus menjaga koperasi sekolah dan membuat laporan keuangan. Selain bisa melatih siswa dalam berwirausaha siswa juga bisa menerapkan pelajaran yang telah diberikan 5 guru. (WP 1: 2)
Koperasi Sekolah SMK Negeri 1 Pati, menjual perlengkapan sekolah dan peralatan belajar seperti yang diungkapkan kepala sekolah. Pengurus koperasi sekolah juga mempunyai inisiatif sendiri untuk lebih meningkatkan partisipasi siswa agar berbelanja di koperasi sekolah, salah satunya dengan menjual perlengkapan belajar yang dibutuhkan siswa, seperti buku, baik itu buku paket atau buku LKS dan buku tulis, bolpoint, penggaris dan lain-lain. Selain itu juga menjual perlengkapan sekolah seperti seragam sekolah, pakaian olahraga, topi, ikat pinggang, dan sebagainya.
Koperasi sekolah sebisa mungkin melengkapi semua barang-barang yang dibutuhkan oleh siswa, agar siswa tidak merasa kesulitan ketika berada di sekolah. Siswa yang bertugas jaga koperasisekolah harus mengecek barang-barang yang ada, apabila stok barang habis maka sebisa mungkin pengurus berbelanja lagi. Supaya apabila ada siswa yang membutuhkan barang itu sudah ada di koperasi. Seperti yang diungkapkan salah satu pengurus koperasi, “pada akhir kegiatan jam 13.00 wib siswa disuruh buat laporan hasil penju-alan dan membuat daftar stok barang, dan juga siswa harus mengisi daftar hadirnya”.(WP2: 2)
Dengan semakin berkembangnya koper-si sekolah dan semakin banyaknya barang yang di jual di koperasi sekolah dihadapkan pada kenyataan bahwa ruangan koperasi sekolah yang sempit dan perlu pembenahan lagi seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengurus koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati sebagai berikut: “Cukup baik,  tapi perlu pembenahan lagi seperti ruangan koperasi sekolah yang terlalu sempit. Dan tempat penyimpanan barang yang masih sedikit”(WP3: 8)
Pembina koperasi sekolah juga menyatakan bahwa koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati memerlukan pembenahan lagi. ”perlu pembenahan lagi, ruanganya terlalu sempit dan tempat penyimpanan barang yang kurang. (WP 1:8)
Pernyataan tersebut diperkuat lagi oleh salah satu siswa yang berjaga di koperasi sekolah tersebut bahwa selain perluasan ruangan perlu juga ditambahkan fasilitas. “Ya perlu ditambah lagi, ruangnya terlalu sempit, perlu kipas angin karena panas banget apalagi kalau siang hari dan banyak pengunjung”. (WS 1: 12)
Dari pernyataan tersebut dapat dikemuka-kan bahwa, Koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati itu mempunyai ruangan yang sempit sehingga perlu perluasan ruangan sekaligus penambahan fasilitas seperti kipas angin, tempat penyimpanan barang, meja kasir, dan lain sebagainya.
Strategi yang lainnya adalah koperasi sekolah menjual barang yang hanya bisa dida-patkan siswa di koperasi sekolah saja misalnya seperti yang diungkapkan salah satu guru yang dulunya menjabat sebagai bendahara koperasi sekolah juga.
“Koperasi sekolah juga menyediakan kertas ulangan yang hanya dijual di koperasi sekolah dan tidak ada di toko lain. Sehingga siswa mau tidak mau harus membeli kertas ulangan dikoperasi sekolah”.(WP 3:1)
Oleh sebab itu, siswa mau tidak mau harus membeli kertas ulangan di koperasi sekolah. Bukan hanya siswa saja yang membeli di koperasi sekolah tapi guru juga ikut membeli di koperasi sekolah seperti yang diungkapkan pembina koperasi sekolah sebagai berikut: “Ya guru-guru disini selain memberikan masukan-masukan pemikiran juga ikut membeli barang di koperasi sekolah”. (WP 1:4)
Jadi, guru-guru di SMK Negeri 1 Pati selain memberikan masukan-masukan yang bersi-fat membangun, supaya koperasi sekolah menjadi semakin baik, barang yang ada di koperasi sekolah semakin lengkap, dan membeli di koperasi sekolah.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati adalah mengikutsertakan siswa secara langsung dalam permodalan koperasi sekolah dan kegia-tan koperasi sekolah, membentuk daftar piket petugas praktik koperasi sekolah, menjual perlengkapan dan peralatan sekolah dengan harga yang terjangkau oleh siswa.
Penggunaan strategi penting digunakan, supaya usaha dapat berjalan lancar. Besar kecilnya usaha tersebut apabila tidak didukung den-gan strategi yang baik, maka hasilnya tidak akan memuaskan. Begitu juga dengan koperasi sekolah yang termasuk usaha kecil, tidak berbadan hukum, bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya yaitu para siswa SMK Negeri 1 Pati. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler (1997:75) bahwa strategi adalah sebagai rencana permainan untuk mencapai sasaran usaha dengan menggunakan pemikiran yang strategis. Sedangkan menurut (David, 2006:5) strategi adalah seni dan ilmu untuk memformulasi, mengimplementasi, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuan-nya. Strategi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah rencana yang digunakan oleh pihak sekolah dalam mencapai tujuan koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Pati.
Strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam berkoperasi adalah sebagai berikut. Pertama, mengikutsertakan siswa secara langsung dalam permodalan koperasi sekolah dan kegiatan koperasi sekolah. Strategi yang digunakan SMK Ne-geri 1 Pati dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam berkoperasi diantaranya adalah dengan mengikutsertakan siswa secara langsung, baik itu dalam permodalan koperasi sekolah maupun dalam kegiatan koperasi sekolah. Partisipasi anggota koperasi yang ideal adalah, jika keikutsertaan para anggota secara menyeluruh dalam pengambilan keputusan, penetapan kebijakan arah dan langkah usaha, dalam pengawasan terhadap jalannya usaha, dalam permodalan usaha, dalam pemanfaatan pelayanan usaha dan menikmati sisa hasil usaha. Partisipasi anggota juga dapat diartikan sebagai keikutsertaan anggota dalam berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh koperasi, baik kedudukan anggota sebagai pemilik maupun sebagai pengguna atau pelanggan.
Tujuan sekolah melibatkan siswa dalam permodalan dan kegiatan koperasi sekolah yakni mendidik siswa agar mampu mengelola koperasi khususnya siswa akuntansi. Seluruh siswa SMK Negeri 1 Pati menjadi anggota koperasi sekolah, siswa dilibatkan dalam permodalan koperasi se-kolah, siswa membayar simpanan pokok sebesar Rp 5.000,00 pada awal masuk sekolah dan membayar simpanan wajib Rp 1.000,00 per bulan.
Kegiatan koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Pati adalah menjual kebutuhan siswa seperti menjual alat tulis dan menyediakan perlengkapan sekolah. Pengurus koperasi membuat jadwal piket petugas jaga koperasi yang berjumlah 4 siswa setiap harinya. Petugas praktik setiap akhir kegiatan membuat laporan harian untuk diserahkan ke bendahara koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati.
Strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam berkoperasi, dengan cara mengikutsertakan siswa secara langsung baik dalam hal permodalan koperasi sekolah maupun dalam kegiatan koperasi sekolah belum sesuai dengan tujuan koperasi sekolah pada umum yaitu memelihara, mengembangkan, dan mempertinggi mutu pengetahuan serta ketrampilan berusaha dalam bentuk koperasi, karena yang dilibatkan dalam kegiatan koperasi sekolah hanya siswa jurusan akuntansi.
Kedua, membentuk daftar piket petugas praktik koperasi sekolah. Strategi yang digunakan SMK Negeri 1 pati selain mengikutsertakan siswa secara langsung, setiap tahun ajaran baru dibentuk daftar piket jaga koperasi khususnya siswa jurusan akuntansi karena koperasi sekolah merupakan salah satu tempat praktik siswa akuntansi sedangkan siswa jurusan lain sudah memiliki tempat praktik sendiri yakni siswa jurusan administrasi perkantoran melakukan praktik ditata usaha sekolah dan tempat fotocopy, dan siswa jurusan penjualan melakukan praktik di bisnis center . Siswa akuntansi selain melakukan praktik di koperasi sekolah juga melakukan praktik di bank mini. Petugas jaga koperasi sekolah setiap hari bertugas menjual barang di koperasi sekolah sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pada akhir kegiatan petugas piket diminta untuk membuat laporan hasil penjualan dan membuat stock barang serta mengisi daftar hadir siswa. Pernyataan tersebut diperkuat dengan pendapat Sukamdiyo (1996:124) partisipasi anggota harus terwujud dalam tindakan nyata sehari-hari, misalnya berbelanja atau bertransaksi dengan koperasi dan memasyarakatkan koperasi kepada lingkungan.
Strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati dengan cara membentuk daftar piket petugas praktik jaga koperasi sekolah kurang sesuai dengan tujuan koperasi sekolah pada umum yaitu menanamkan dan memupuk rasa tanggung jawab serta disiplin dalam hidup bergotong-royong di tengah-tengah masyarakat, karena dalam pelaksanaan kegiatan koperasi sekolah hanya melibatkan siswa jurusan akuntansi.
Ketiga, menjual perlengkapan dan peralatan sekolah dengan harga yang terjangkau oleh siswa. Salah satu usaha koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati menyediakan kelengkapan proses belajar mengajar, seperti alat tulis, buku, seragam, topi, bed, ikat pinggang. Koperasi sekolah bekerja sama dengan guru bidang studi dengan menjual buku paket dan LKS, selain menyedia-kan perlengkapan proses belajar mengajar, koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati menjual kertas lembar jawaban yang hanya didapatkan siswa di koperasi sekolah sehingga tidak ada alasan bagi siswa untuk tidak membeli di koperasi sekolah.
Berdasarkan wawancara dengan siswa di-ketahui bahwa siswa lebih senang membeli per-lengkapan di sekolah daripada membeli di luar sekolah karena di koperasi sekolah lebih efisien dan harganya lebih terjangkau.
Secara keseluruhan strategi yang dilaku-kan oleh SMK Negeri 1 Pati adalah menjual per-lengkapan dan peralatan sekolah dengan harga yang terjangkau, mengikutsertakan siswa secara langsung dalam permodalan maupun kegiatan koperasi sekolah, dan membuat jadwal piket praktik siswa. Namun, strategi tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan koperasi sekolah secara umum, karena berdasarkan tujuan kope-rasi sekolah yakni mendidik, menanamkan, dan memelihara kesadaran hidup bergotong-royong dan rasa setia kawan diantara siswa, memupuk rasa cinta pada sekolah, mempertinggi mutu pengetahuan serta ketrampilan berusaha dalam bentuk koperasi, memupuk rasa tanggung jawab serta disiplin dalam hidup bergotong-royong di tengah-tengah masyarakat, memelihara hubungan baik dan saling pengertian diantara siswa sebagai anggota koperasi, menumbuhkan rasa harga diri, jiwa demokrasi, keberanian berpendapat, dan sebagai sarana belajar dan berkarya, serta sarana untuk mendapatkan alat-alat kebutuhan sekolah mengembangkan keterampilan peserta didik, yang dicapai SMK Negeri 1 Pati dengan baik adalah koperasi sekolah sebagai sarana untuk mendapatkan alat-alat kebutuhan sekolah, dan memupuk rasa cinta pada sekolah.
Permasalahannya bukan karena mengesampingkan keberadaan koperasi sekolah, tetapi lebih karena keterbatasan waktu. Secara praktis siswa yang pratik di koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati hanyalah siswa akuntansi kelas 1, akan lebih baik jika strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati mengarah pada mendidik, menanamkan, dan memelihara kesadaran hidup bergotong-royong dan rasa setia kawan diantara siswa, memupuk rasa cinta pada sekolah, mempertinggi mutu pengetahuan serta ketrampilan berusaha dalam bentuk koperasi, memupuk rasa tanggung jawab serta disiplin dalam hidup bergotong-royong di tengah-tengah masyarakat, memelihara hubungan baik dan saling pengerti-an diantara siswa sebagai anggota koperasi, menumbuhkan rasa harga diri, jiwa demokrasi, keberanian berpendapat, dan sebagai sarana belajar dan berkarya, serta sarana untuk mendapatkan alat-alat kebutuhan sekolah mengembangkan keterampilan peserta didik.

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah peneliti uraikan, dapat disim-pulkan sebagai berikut. Pertama, strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam berkoperasi, belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan koperasi sekolah secara umum, karena dalam pelaksanaan kegiatan koperasi sekolah hanya melibatkan siswa jurusan akuntansi. Kedua, strategi yang digunakan SMK Negeri 1 Pati kurang strategis karena tujuan koperasi sekolah secara umum yang dicapai SMK Negeri 1 Pati dengan baik adalah koperasi sekolah sebagai sarana untuk mendapatkan alat-alat kebutuhan sekolah, dan memupuk rasa cinta pada sekolah.Saran yang dapat penulis rekomendasikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, bagi pengurus, diharapkan melibatkan seluruh siswa SMK Negeri 1 Pati dalam kegia-tan koperasi sekolah, agar koperasi sekolah dapat berjalan sesuai dengan tujuan koperasi sekolah secara umum. Kedua, bagi sekolah, diharapkan mengoptimalkan strategi peningkatan partisipasi siswa dalam berkoperasi di SMK Negeri 1 Pati.

Daftar Pustaka

Kartono, Kartini. 1990. Pengantar Metodologi Riset Sosial. Bandung : Mandar Maju
Moleong, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Sukamdiyo. 1996.  Menejemen Koperasi. Jakarta: Erlangga
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian Indonesia

Jumat, 04 Januari 2013

REVIEW JURNAL 1.1 Ekonomi Koperasi

STRATEGI PENINGKATAN PARTISIPASI SISWA DALAM BERKOPERASI DI SMK NEGERI 1 PATI

Oleh :
Anik Hindayani
Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang
sumber:
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj

Abstrak
Dalam organisasi strategi sangat penting digunakan, supaya usaha yang dijalankan bisa berhasil dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Besar kecilnya usaha apabila tidak didukung dengan strategi yang baik, maka hasilnya juga tidak akan memuaskan. Begitu juga dengan koperasi sekolah, yang termasuk usaha kecil, walaupun tidak berbadan hukum, yang bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya yaitupara siswa SMK Negeri 1 Pati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi siwa dalam kegiatan koperasi; strategi apa yang digunakan oleh SMK N 1Pati dalam meningkatkan partipasi siswa dan sehingga koperasi sekolah “Taruna Niaga” masih tetap berjalan dengan baik. Data yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwastrategi yang digunakan SMK Negeri1 Pati belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan koperasi secara umum yang semestinya juga sebagai tujuan koperasi sekolahSMK Negeri 1 Pati karena yang dilibatkan dalam kegiatan koperasi sekolah hanya siswa akuntansi, tujuan koperasi sekolah secara umum yang dicapai SMK Negeri 1 Pati dengan baik adalah koperasi sekolah sebagai sarana untuk mendapatkan alat-alat kebutuhan sekolah, dan memupuk rasa cinta pada sekolah.

Abstract
The organization used the strategy is very important, so that businesses can runsuccessfully and in accordance with what is expected. The size of the business if not supported by good strategy, then the result would not be satisfactory. So the cooperative school, which includes small businesses, although not a legal entity, which aims for the welfare of its members are students of SMK Negeri 1 Pati. This study aims to analyze the participation of Siwa in cooperative activities; what strategies are used by SMKN 1 Pati in improving partipasi school students and so cooperative ”Midshipman Commerce” is still going well. The data used are the primary data collected through questionnaires. These results indicate that the strategy used SMK Negeri 1 pati not fully consistent with the goals of cooperatives in general as well as the proper purpose of the cooperative school SMK Negeri 1 Pati for a school to be involved in cooperative accounting students only, the general purpose of the cooperative school which achieved vocational State 1 Pati is a cooperative school as a means to get the tools the school needs, and foster a love of school.


Pendahuluan


Koperasi sekolah merupakan salah satu usaha untuk menumbuhkembangkan jiwa koperasi (kerja sama) kepada siswa yang kelak akan menjadi penerus pembangunan bangsa dan negara. Koperasi di sekolah menjadi sarana bagi siswa untuk melihat secara nyata ilmu dan pengetahuan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Koperasi sekolah juga menjadi sarana untuk berorganisasi, menumbuhkan toleransi
dan rasa kekeluargaan.
Koperasi sekolah dibentuk berdasarkan surat keputusan antara beberapa departemen, yaitu Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan (sekarang Departemen Pendidikan Nasional), serta Departemen Transmigrasi dan Koperasi, yang dituangkan dalam surat keputusan pada tanggal 18 juli 1972 No.275/ KPTS/ Mentraskop /72 . Didalam surat keputusan tersebut ditegaskan bahwa koperasi dapat didirikan disekolah sekolah, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta, atau lembaga-lembaga pendidikan lainnya.
Berdasarkan hasil observasi di PSAK Ambarawa dan SMA Negeri 1 Tayu, partisipasi siswa yang aktif dalam pelaksanaan kegiatan koperasi sekolah masih rendah. Semakin berkurangnya partisipasi siswa dalam berkoperasi dari tahun ketahun menyebabkan koperasi sekolah di PSAK Ambarawa dan SMA Negeri 1 Pati tidak jalan dan di ganti menjadi toko dan di kelola oleh karyawan sekolah. Seharusnya keikutsertaan siswa sebagai anggota dalam kegiatan koperasi sekolah sangat diperlukan untuk  kemajuan koperasi sekolah tersebut. Sedangkan pada saat observasi diSMK Negeri 1 Pati, keberadaan koperasi sekolah masih ada dan  siswa aktif dalam kegiatan koperasi sekolah.
Di SMK Negeri 1 Pati, mempunyai tiga jurusan yaitu akuntansi, administrasi perkantoran, dan penjualan. Semua siswa di SMK Negeri 1 Pati menjadi anggota koperasi sekolah, tetapi yang bertugas untuk mengelola koperasi sekolah adalah siswa akuntansi  kelas 1, Koperasi sekolah di SMK Negeri 1 Pati dikatakan cukup baik karena siswa masih aktif dalam kegiatan koperasi sekolah. Modal awal koperasi sekolah didapatkan dari pembayaran simpanan wajib setiap siswa sebesar Rp 1.000,00 melalui angsuran  SPP dan membayar simpanan pokok sebesar Rp 5.000,00 pada awal masuk sekolah.
Contohnya, setiap hari yang menjaga koperasi 4 ( empat ) orang siswa, selain melayani pembelian, penjualan, membuat daftar stok barang, siswa tersebut juga harus membuat laporan keuangan untuk diserahkan kepada bendahara koperasi sekolah.
Bentuk partisipasi siswa dalam berkoperasi di SMK Negeri 1 Pati dapat dilihat dari keikutsertaan siswa dalam permodalan koperasi sekolah, dan keikutsertaan siswa dalam kegiatan koperasi sekolah seperti bergantian menjaga koperasi sekolah sesuai dengan piket yang telah ditentukan oleh pihak sekolah, membeli perlengkapan sekolah seperti buku tulis, bolpoint, pensil, penggaris, seragam, buku pelajaran, dan LKS. Guru ikutserta berpartisipasi dalam koperasi sekolah seperti membeli perlengkapan dikoperasi sekolah, memberikan masukan tentang koperasi sekolah, dan memberikan masukan pada petugas pratik.
Koperasi sekolah SMK Negeri 1 Pati dapat menjadi cerminan bagi sekolah lain yang belum memaksimalkan koperasi sekolah sebagai wadah praktik para siswa. Para siswa di SMK Negeri 1 Pati sudah mulai menyadari pentingnya berpartisipasi dalam koperasi di sekolah, sehingga koperasi sekolah bisa berkembang dengan baik. Berdasarkan uraian di atas, ada keterkaitan antara faktor - faktor yang mempengaruhi partisipasi siswa dalam berkoperasi di SMK Negeri 1 Pati dengan strategi apa yang digunakan SMK Negeri 1 Pati dalam meningkatkan partisipasi siswa dalam berkoperasi. 


NAMA : RACHMA ANNASTARI
NPM    : 25211695