Rabu, 15 Januari 2014

Jakarta kebanjiran

Banjir di Jakarta!? Sudah biasa, sejak masa bernama Sunda Kelapa, Batavia, Jakarta sudah mengalami terpaan air bah dari Kawasan Puncak, Cisarua, dan Bogor, dan wilayah pinggiran lainnya. Jika (kita) rajin menelusuri catatan lama, maka kisah air bah melanda Jakarta tersebut memang seakan bersahabat dengan orang Jakarta. Serta, upaya untuk mengatasi tumpahan air tersebut, juga telah dilakukan sejak era yang lalu; namun Jakarta belum merdeka dari banjir. Setiap tahun, Jakarta selalu kebanjiran air. Ada yang salah dengan Jakarta?
Kisah pilu tentang Jakarta Kebanjiran, mulai semakin terangkat ke ruang publik setelah kemajuan informasi berbasis Internet, ketika news berbentuk, foto-gambar, vidio, suara begitu cepat tersebar dan menyebar ke mana-mana. Dengan demikian, berita banjir di Jakarta tahun 1996,  2002, dan 2017, bisa diakses pada berbagai media, blog, web-situs.
Pada catatan ini, hanyalah notes kecil tentang banjir 2007, 2013, dan 2014.
13896664642064845926
triseryando/ugm/
Pada waktu itu, 2007,  curah hujan di Jabodetabek sejak 1 Februari 2007, berpadu dengan sistem drainase, parit, got yang tersumbat lumpur dan sampah, menjadikan Jakarta bagaikan kolam penampung air yang raksasa. 60 % wilayah DK menjadi bendungan dadakan, bahkan ada yang mecapai ketingginan 5 meter.  Ketika itu, akibta kurang sigapnya petugas menangani bencana dan berbagai kendala lainya, menjadikan 10 orang tewas diterjang arus banjir.Kerugian material akibat matinya perputaran bisnis mencapai triliunan rupiah, diperkirakan 4,3 triliun rupiah. Warga yang mengungsi mencapai 320.000 orang hingga 7 Februari 2007.
Setelah Banjir Besar 2007, pada waktu, para pemangku wilayah DKI (dan juga pemerintah pusat), katanya, mau melakukan ini-itu dalam rangka mengatasi banjir di Jakarta. Dan dengan melakukan ini-itu, sekali lagi, katanya, maka pada lima tahun akan datang, mengurangi banjir dan korban banjir di Jakarta.
13896705541529598357
foto kelam di atas hasil jepretan nationalgeographic.co.id tentang banjir 2013 di Jakarta
Lima tahun setelah 2007, ketika para pemangku DKI berganti, ternyata ini-itu yang dijanjikan setelah air bah di Jakarta pada 2007, tak pernah terwujud. Semuanya tetap, tak berubah dan mengubah apa-apa. Akibatnya, 2013, tak lama setelah pergantian Gubernur dan Wakil Gubernur, air bah melanda Jakarta.
Menurut catatatan National Geographic, tak cukup menyalahkan cuaca ekstrem sebagai penyebab banjir yang melanda Jakarta; penyebab banjir di Jakarta merupakan gabungan dari faktor cuaca ekstrem dan lebih-lebih, faktor kompleksitas Jakarta. Padahal curah hujannya pun, curah hujan pada Januari 2013 lebih rendah saat banjir Jakarta tahun 2007. Artinya, situasi ini terjadi melibatkan masalah penataan air dan penataan ruang. Tata ruang Jakarta butuh pengendalian yang berorientasi antara lain pada kepadatan populasi dan pemisahan area.
Berdasar itu saja, ada simpulan kecil bahwa untuk mengatasi banjir di Jakarta, selama ini, nyaris tak menyentuh hal-hal esensi penyebab banjir. Apalagi, semakin ke sini, kompleksitas Jakarta semakin campur aduk,bahkan dipadukan dengan hal-hal mistis serta politik sebagai penyebab banjir. Termasuk masih banyak orang Jakarta yang belum berbudaya atasi banjir, mereka cenderung ikutan menjadi penyebab banjir di DKI melalui gaya hidup membuang sampah di parit, got, saluran air, dan sungai.
Walaupun denganpikiran normal, orang sudah tahu bahwa penyebab, pengendalian, mengatasi banjir di Jakarta, butuh kerja bareng banyak pihak, dan tak semudah membalik telapak tangan, serta butuh waktu lama. Namun, justru hal-hal iu, bukan menjadi acuan atau bahan bahasan, serta cari solusi untuk percepatan pelaksanaan progaram. Yang disuarakan (terutma pada oposan Jokowi-Ahok) adalah,  kedua orang itu belum mampu atsi dan mengatasi banjir di Jakarta. Lagu lama yang sumbang serta tak merdu.
Mengenai penyebab banjir 2014 di Jakarta, ada suara merdu Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Muhammad Hasan, di Jakarta (13 Januari 2014), menyatakan bahwa,
“… upaya normalisasi sungai yang dilakukan Kementerian PU saat ini terhambat oleh persoalan permukiman ilegal yang belum terselesaikan hingga kini, …; seperti di Pesanggrahan, tanah yang warga tempati itu ilegal. Itu tanah negara. Oleh karena itu, Pak Jokowi agar segera menyelesaikan rusunawa-rusunawanya.
Meskipun Jakarta masih tergenang, banjir tahun ini tidak separah tahun sebelumnya. Debit banjir tahun ini dibandingkan dengan sepuluh tahun lalu sudah banyak berubah. Dengan pengerukan, pelebaran, dan normalisasi sungai yang terus dilakukan, saya perhatikan terus membaik kok keadaannya, … (kompas.com)”
Jadi, jika banjir di Jakarta atau Jakarta masih kebanjiran pada 2014,  maka, ikuti kata-kata Jokowi ketika menanggapi para pengkritiknya, “Saya baru setahun! Bagaimana dengan mereka yang sudah 10 tahun, 20 tahun!?” Bagiku, secara tak langsung, Jokowi dan juga pernyataaan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Muhammad Hasan, sudah menjawab semua pengkritik Jokowi-Ahok tentang penyebab banjir di Jakarta.
So, jika Jakarta masih kebanjiran dan banjir di Jakarta, agaknya merupakan akibat morat-moratinya penataan kota, dan sisa-sisa ketidakberesan pemerinta DKI (dan Pusat) sebelumnya. Dan lebih dari itu, bisa jadi Rencana Tata Ruang DKI, sudah menjadi Plan Tata UANG di DKI, sehingga siapa yang punya uang bisa menata DKI sesuai kehendaknya, tanpa peduli lingkungan, tata kota, atau hal-hal yang bisa berakibat banjir di DKI.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta (BPBD DKI), Danang Susanto mengatakan, titik banjir di era kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menurun.  “Titik banjir menurun, saat ini ada 35 titik banjir di Jakarta,” ujar Danang di Jakarta, Senin (13/1/2014).  Menurut Danang, menurunnya titik banjir di Jakarta lantaran proses normalisasi sungai dan waduk sudah berjalan meski belum maksimal.
Sebelum kepemimpinan Joko Widodo, titik banjir di Jakarta sebanyak 75 titik banjir. Kemudian memasuki era kepemimpinan Fauzi Bowo atau Foke, titik banjir berkurang menjadi 62 titik.  “Berkurangnya titik banjir tersebut karena adanya Kanal Banjir Barat dan Kanal Banjir Timur yang mampu menampung debit air yang besar,” kata Danang.
Namun, menurut data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, ada 26 titik banjir di Jakarta pada tanggal 12 Januari 2014 kemarin, sehingga menyebabkan kemacetan parah di beberapa titik jalan.

Rabu, 08 Januari 2014

Denda penerobos busway masuk kas negara

Jakarta - Program denda maksimal Rp500 ribu yang diberlakukan sejak 25/11/2013 bagi pengendara roda dua, empat, atau lebih yang melanggar jalur `busway` di Jakarta ternyata belum berjalan efektif.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di Jakarta, Kamis (2/1/2014), penerapan program denda tersebut tidak berjalan optimal karena permasalahan vonis di pengadilan yang tidak tegas.
"Jadi, kita akan adakan pertemuan lagi untuk membahas penerapan hukuman berat ini," jelas Rikwanto.

Ia mengatakan, dalam kaitan mengatasi para pelanggar jalur busway, polisi hanya berperan sebagai eksekutor yang menindak pelanggaran (tilang) terhadap pengendara di lapangan, namun kemudian yang berwenang memberikan hukuman adalah hakim di pengadilan.

Disebutkan, hakim pengadilan tidak sepenuhnya menerapkan denda maksimal Rp500 ribu untuk pengendara yang melanggar jalur busway. Karenanya, putusan hakim pengadilan yang tidak menghukum denda maksimal kepada pengendara yang menggunakan jalur busway jelas tidak akan membuat jera.

Sebelumnya, pada Jumat (22/11/2013) lalu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya, Kejaksaan, dan unsur Pengadilan menyepakati untuk menerapkan denda maksimal bagi pengendara yang menerobos jalur bus TransJakarta (Busway) dan berlaku mulai Senin pekan depannya.
Berdasarkan kesepakatan itu diputuskan denda tilang yang menerobos jalur busway untuk kendaraan sepeda motor dan mobil dikenakan RpRp500 ribu.


Penerapan denda maksimal sebesar Rp 1.000.000 bagi pengendara roda empat dan Rp 500.000 bagi kendaraan roda dua yang menerobos jalur transjakarta memunculkan tanda tanya mengenai pos akhir dana denda tersebut. Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan bahwa uang denda terhadap pelanggar jalur transjakarta nantinya akan masuk ke kas negara. 

"Dendanya nanti masuk ke kas negara," kata Basuki saat ditemui di SDK Penabur, Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2013). 

Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo mengatakan, denda bagi pelanggar lalu lintas masuk dalam kas negara dari pendapatan bukan pajak. Selama ini, sesuai dengan Pasal 287 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, denda maksimal yang berlaku Rp 500.000. 

"Hanya, selama ini dendanya masih Rp 50.000 sampai Rp 200.000 kalau dari hakim di pengadilan," ujar Sambodo. 

Mengenai rencana penerapan denda maksimal Rp 1.000.000 yang hendak diberlakukan bagi penyerobot jalur transjakarta, Sambodo belum dapat menyebutkan waktu pelaksanaan. Ia pun mengatakan bahwa hal ini masih dalam pembahasan, yang juga akan melibatkan Pemprov DKI Jakarta. Pembahasan tersebut menurutnya untuk memastikan apakah kebijakan itu telah siap untuk diterapkan kepada publik. 

"Tentunya kita perlu rapat koordinasi pada minggu depan, yang akan difasilitasi oleh Pemda DKI (Pemprov DKI), apakah masyarakat telah siap, apakah hakim yang akan memutuskan siap dengan denda maksimal itu," ucap Sambodo. 

Meski demikian, dia memastikan bahwa penindakan untuk sterilisasi jalur transjakartatetap dilakukan hingga saat ini. 

"Penindakan terus kita laksanakan dan sejak kemarin terus berjalan," tutur Sambodo.


sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2013/11/02/1241246/Basuki.Denda.Penerobos.Busway.Masuk.Kas.Negara

Minggu, 29 Desember 2013

Alasan Depresiasi Rupiah: Defisit Neraca Perdagangan & Penguatan Ekonomi


Alasan Depresiasi Rupiah dari Internal dan Eksternal
Banyak faktor tentu menjadi alasan depresiasi rupiah terhadap dollar AS dalam beberapa waktu terakhir ini. Paling tidak, ada faktor penguatan ekonomi Amerika Serikat sebagai penyebab eksternal dan diikuti serangkaian faktor internal. Namun, perlu dicatat bahwa 1) daya tarik Indonesia sebagai tempat berinvestasi dan 2) melempemnya ekspor dibanding impor membuat neraca perdagangan defisit.
Ekonomi Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda makin pulih setelah data pertumbuhan ekonomi AS periode Jan-Jun 2013 berada pada level 1.4%, dan diprediksi angka tersebut bisa menembus hingga 2.5% di semester kedua 2013. Sebuah angka yang cukup tinggi mengingat kue raksasa ekonomi Amerika. Daya tarik kebangkitan ekonomi ini bisa jadi membawa modal asing yang selama ini ada di Indonesia “pulang kampung” lagi ke Amerika. Dengan kepastian ekonomi, hukum, dan stabilitas politik di Amerika Serikat, tentu saja lebih membuat menjalankan bisnis di Amerika lebih sexy dibandingkan di Indonesia. Di Indonesia ketidakpastian iklim investasi (seperti upah buruh, cost pressure dari bahan bakar minyak, demonstrasi) dan gejolak politik yang sedang dan akan datang (pemilu 2014) akan membuat investor luar negeri berpikir dua kali.
Defisit neraca perdagangan juga membuat runyam. Psst, di tengah gembar gembor keberhasilan ekonomi pemerintah, kita mesti sadar bahwa kita neraca perdagangan kita sebenarnya jebol alias defisit semenjak tahun lalu. Berikut data ekspor impor di mana ternyata laju impor tidak lagi bisa tercover oleh ekspor sehingga keseimbangan negatif terjadi. Apa hubungannya dengan rupiah tertekan? Dengan defisit neraca perdagangan, berarti kira-kira kita tidak “menerima” pemasukkan lebih berupa mata uang asing (baca: dollar) atau sering disebut sebagai devisa negara. Kurangnya devisa / jumlah mata uang asing di suatu negara akan membuat kondisi, sederhananya, lebih banyak rupiah dibandingkan mata uang asing. Kembali lagi ke hukum supply-demand, jumlah perputaran rupiah yang banyak akan membuat dia tertekan. Dari sisi yang lain, ketika cadangan devisa tidak lagi banyak, BI juga mengalami “kekurangan” energi untuk intervensi menjaga stabilitas rupiah. Itulah alasan depresiasi rupiah yang lain.

Defisit Neraca jadi Salah Satu Alasan Depresiasi Rupiah, Neraca Harus Kembali Surplus
Pemerintah bisa dibilang gagal sebenarnya secara ekonomi. Pertumbuhan ekonomi selama ini yang diagung-agungkan hanyalah bentuk kamuflase makroekonomi yang lebih bersifat autopilot mengingat perekonomian kita yang besar ditunjang oleh sumberdaya manusia dan alam yang besar yang terlalu sulit untuk “jatuh” di saat kita tidak sedang terbang. Namun menilik lebih dalam ke arah mikro, sebenarnya banyak bolongnya, salah satunya defisit neraca perdagangan tadi.
Pemerintah harus segera mengkoreksi defisit neraca perdagangan yang ada untuk stabilitas perekonomian. Tercatat paling tidak ada 3 alasan neraca perdagangan kita yang negatif.
Kesalahan yang pertama adalah pemerintah tidak mendifersivikasi komoditas ekspor dan negara tujuan ekspor. Selama ini barang primer menjadi komoditas utama ekspor Indonesia, namun saat ini harga komoditas tambang, energi yang menjadi andalan Indonesia cenderung mengalami penurunan. Ditambah lagi perekonomian dunia yang masih dalam kondisi krisis, membuat kinerja ekspor Indonesia semakin terpuruk. Kedua adalah pemerintah tidak mengontrol impor bahan baku penolong yang mencapai 70% dari total impor. Impor bahan baku akan diolah oleh industri dan selanjutnya akan diekspor, seharusnya barang yang menjadi komoditas ekspor memiliki muatan lokal yang lebih banyak. Kesalahan ketiga adalah, pemerintah gagal mengendalikan subsidi BBM. Subsidi membuat harga bahan bakar di Indonesia menjadi sangat murah, sehingga membuat konsumsi masyarakat selalu melebihi kuota yang telah ditentukan pemerintah. Untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat jalan terakhir hanyalah impor, akibatnya defisit neraca perdagangan migas semakin membesar.
Kesalahan yang terakhir bagaimanapun sudah dikoreksi melalui pengurangan bbm bersubsidi di akhir Juni lalu. Ini sudah lama dikritik di nasionalis.me.

Setelah Tahu Alasan Depresiasi Rupiah, Next, Apa Imbasnya?

Pertama, karena ia akan melahirkan inflasi sebab kita membutuhkan rupiah yang lebih banyak untuk harga dollar yang sama suatu barang dan jasa di pasar internasional. Jika yang dibeli barang modal, ia menimbulkan inflasi karena menaikkan biaya produksi (cost-pushed inflation). Jangan lupa bahwa total impor bahan baku 77 persen dari seluruh impor Indonesia. Kalau yang dibeli barang konsumsi, jelas barang yang harganya naik akan menimbulkan inflasi langsung. Ujung yang paling berat adalah kalau dilihat secara mikro, perusahaan-perusahaan yang mengimpor bahan baku tidak lagi mampu menutup pembelian bahan baku tersebut dengan penjualannya (yang tentu penjualannya menjadi kurang kompetitif karena makin mahal seiring biaya bahan baku). Perusahaan bisa bangkrut yang berimplikasi pada macetnya ekonomi dan pengangguran.
Depresiasi rupiah yang menciptakan jurus combo dengan inflasi pun akan semakin menggerus rupiah yang kita dapatkan dari gaji dan penghasilan. Sementara gaji / penghasilan tidak naik, sebenarnya secara riil kita akan makin miskin.
Apakah tidak ada positif dari depresiasi rupiah?
Berdasarkan salah satu tulisan di Tempo, secara teori, depresiasi ini akan menguntungkan. Hal ini karena harga-harga komoditas domestik relatif lebih murah dari harga-harga di pasar internasional yang dampaknya akan memacu kenaikan ekspor dan selanjutnya memperbaiki neraca pembayaran dan menguatkan kembali rupiah. Dengan naiknya ekspor, pertumbuhan ekonomi kembali meningkat dan selanjutnya bisa mengurangi angka pengangguran. Namun patut diingat  itu jarang terjadi dalam waktu singkat. Terlebih ekspor kita sendiri lebih bersifat ekspor yang berbahan baku impor, kalaupun barang ekspor menjadi relatif lebih rendah harganya, itu tidak akan terlalu banyak.

SBY: Banyak yang Lebih Susah, Menkeu: Memangnya Kenapa?


Yang sedih adalah melihat reaksi pemerintah yang “seakan” membiarkan ini terjadi. Ini bagaimanapun akan membuat pengusaha dan masyarakat panik. Apalagi SBY sendiri bermain main dengan kalimat ‘denial’, bilang kondisi kita tidak seburuk negara-negara lain. Kata siapa? Sebenarnya kalau mau jujur, dibandingkan depresiasi beberapa negara yang disebutkan presiden, kondisi kita tidak lebih baik. Apalagi mengingat inflasi kita yang sudah besar setelah harga bbm naik seharusnya pemerintah lebih sigap dan bukan hanya bilang “memangnya kenapa?”. Berikut trend perbandingan kurs negara lain (yang disebutkan SBY sebagai argumennya) terhadap dollar:
sumber : http://nasionalis.me/2013/08/alasan-depresiasi-rupiah-defisit-neraca-perdagangan-penguatan-ekonomi-as/

Produk Indonesia yang mendunia



10 PRODUK INDONESIA ASLI YANG MENDUNIA


1.Polygon

Sepeda pasti udah tidak asing lagi di telinga kita, tapi sebenernya ini
adalah produk indonesia. Mulai dari sepeda gunung, mini, sampai
BMX juga ada, tidak salah banyak komunitas sepeda banyak memakai
produk ini, jadi tidak usah ragu dengan kualitasnya. Pabriknya terletak
di Sidoarjo.

2.Polytron

Namanya mirip dengan polygon, namun mas imankikuk masih belum
tahu apakah ini satu management atau tidak. Pabriknya ini terletak di
Kudus dan Semarang. Barang yang dikeluarkan mulai dari tv, mesin
cuci, kulkas, tape, dll. Untuk masalah kualitas, tidak perlu diragukan,
berdiri dari tahun 1970 dan sudah memproduksi tv pada tahun 1970.

3.Byon

Disaat persaingan pasar notebook di indonesia semakin ketat, ternyata
ada satu produk lokal kita yang namanya Byon. Produk ini terkenal
murah karena ini produk Indonesia, jadi tidak kena pajak macem-
macem. Bicara soal kualitas, Byon sendiri mempunyai konsep unik yaitu
konsep notebook yang dapat di upgrade menjadi komputer destkop.
Produk ini tidak kalah dengan produk-produk lainnya. Kehadiran Byon
juga membuktikan bahwa indonesia juga mampu membuat teknologi
canggih.

4.Bodypack & Eiger

Jika kita teliti, saat kita melihat Bodypack di suatu toko pasti ada Eiger
juga. Hal ini karena Bodypack dan Eiger ini masih dalam satu induk
yang berpusat di Bandung. Kedua produk ini terkenal dengan produk
tasnya. Perbedaan keduanya terletak pada :
Bodypack : tasnya lebih ke style atau wisata
Eiger : untuk para pecinta alam

5. Lea

Kebanyakan orang mengira Lea adalah produk luar negeri, namun
ternyata ini adalah asli Indonesia. Walaupun dengan iklan yang berbau
Amerika, Lea adalah salah satu produk kebanggaan Indonesia. Untuk
kualitasnya tidak perlu diragukan lagi.

6. J.co Donuts & Coffee

Pasti salah satu dari teman-teman seneng dengan produk ini, produk ini
sudah ada dimana mana dan hampir ada di setiap mall. Walau
bagaimanapun J.Co ini tetap produk lokal dengan mengandalkan
racikan donat dan kopi berkualitas internasional. Dilihat dari lambang
J.Co nya adalah burung merak, burung yang terkenal di Indonesia.

7. California Fried Chicken

Namanya Amerika banget yah, tapi ternyata buatan Indonesia.
Sebelum nama California Fried Chicken diresmikan pada tahun 1988,
California Fried Chicken ini terkenal dengan nama California Pioneer
Chicken. Untuk rasanya, tidak kalah dengan Kentucky Fried Chicken nya
Amerika.

8. Indomie

Indomie ternyata telah menembus pasar dunia dan telah sampai di
afrika. Bahkan Indomie menjadi bahan makanan pokok di Nigeria.

9.Kacang Dua Kelinci

Kacang Dua Kelinci diam-diam telah menembus pasar dunia, bahkan
telah menjalin berbagai kerjasama dengan perusahaan luar negeri dan
juga dengan klub raksasa Spanyol, Real Madrid.

10. Bin House

Perancang busana Josephine Komara atau dikenal Obin, adalah
perancang busana papan atas Indonesia. Lewat butiknya yang bernama
Bin


Penyadapan pejabat Indonesia oleh intelijen Australia

Ibu Any Yudhoyono, target operasi utama inteligen Australia

Jakarta. Hingar bingarnya gesekan antara Indonesia dengan Australia dalam soal penyadapan intelijen semakin marak akhir-akhir ini, setelah media Australia membeberkan alasan intelijen  negeri Kanguru itu menyadap telepon  Ibu Ani Yudhoyono pada 2009. Intelijen kini menjadi bintang media yang terus diberitakan karena dibocorkannya informasi intelijen oleh Wikileaks dan Edward Snowden. Kini masyarakat dunia semakin percaya  betapa besarnya peran intelijen dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan. Disamping kepercayaan besarnya daya rusak intelijen terhadap lawannya.
Besar dan pentingnya nilai informasi intelijen sudah lama menjadi ilmu terapan, dimana Sun Tzu,seorang ahli strategi perang jaman dahulu dari China misalnya menekankan pentingnya intelijen. Strategi perang Sun Tzu yang  ditulis dalam 13 langkah sederhana, dimulai dari perencanaan perang hingga intelijen. Namun, kalau di urut, inti sarinya cuma ada tiga langkah. Yaitu, mengenal diri Anda dengan baik, mengenal musuh Anda, dan mengenal tempat di mana kita bertarung.
Dalam  langkah terakhirnya dia menganjurkan pemakaian intelijen untuk memastikan keberhasilannya. Disebutkannya, bahwa kemenangan tertinggi adalah memenangkan perang tanpa satu pertempuran pun. Artinya, kalau kelemahan musuh sudah diketahui, kita akan selalu beberapa langkah lebih maju dari musuh, maka kemenangan sudah ditangan kita.
Nah, itulah yang terjadi kini antara Indonesia dan Australia. Badan intelijen Australia, Australian Signals Directorate (ASD) yang dahulu bernama Defence Signals Directorate (DSD) diberitakan oleh media Australia, The Australian,  pada Sabtu (14/12) terkait soal penyadapan yang dilakukan terhadap Ibu Negara Ani Yudhoyono. Media tersebut menyatakan  DSD mengutip pembocoran kawat Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta oleh  Wikileaks yang menyebutkan alasan mengapa Ibu Ani menjadi target penyadapan intelijen Australia.
Kawat diplomatik yang dikirim dari Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta tanggal 17 Oktober 2007 kepada diplomat Amerika Serikat di Canberra dan CIA.  Selain itu juga dikirimkan kepada jaringan khusus perwakilan dan kantor intelijen AS di China Beijing, India New Delhi, Japan Tokyo, National Security Council, New Zealand Wellington, Papua New Guinea Port Moresby, Secretary of Defense, Secretary of State, The Association of Southeast Asian Nations, United States Pacific Command. Isi kawat diplomatik berjudul A CABINET OF ONE - INDONESIA'S FIRST LADY EXPANDS HER INFLUENCE.
Menurut The Australian, kabel berbicara tentang "dinamika baru" dalam keseimbangan kekuatan  politik di Indonesia dengan munculnya seorang pemain yang menjadi penasihat paling berpengaruh bagi Presiden SBY. Penengah baru yang berpengaruh itu menurut kabel tersebut  adalah isteri Presiden SBY, Kristiani Herawati atau biasa dipanggil Ibu Ani.
Menurut insider agen DSD (Anonim), menyatakan ketika keputusan diambil DSD untuk memantau telepon dari Presiden Yudhoyono dan rekan paling senior dalam kepemimpinan, diyakini ada alasan kuat untuk juga menargetkan handset ponsel E-90 3G wanita pertama di Indonesia tersebut (Ibu Ani). "Untuk memantau pikiran dan koneksi dari penasihat politik terdekat presiden yang sangat berguna. Dengan siapa  dia berurusan tentang masalah keuangan , dengan siapa berurusan dengan partai , apa struktur dan apa basis kekuatan pergeseran di Indonesia? Setiap badan intelijen dipastikan akan senang bila memiliki informasi tersebut," katanya kepada The Australian.
Badan-badan intelijen percaya ada alasan keamanan nasional yang jelas untuk membenarkan  Ibu Negara di Indonesia itu dijadikan target. Keputusan untuk memantau telepon itu disengaja dan diperhitungkan, dan tidak didasarkan hanya pada gagasan sembarangan bahwa DSD melakukan penyadapan hanya karena bisa.
Seperti yang diungkapkan oleh WikiLeaks : "Ibu Ani adalah satu-satunya orang dekat Presiden yang benar-benar bisa dipercaya pada setiap masalah, dimana Presiden  pada paruh kedua masa jabatannya , semakin erat bergerak bersama dengan istrinya ." Kabel juga menyebutkan, menurut Yahya Asegaf, seorang yang diangkat secara politik di Badan Intelijen Negara (BIN) , menjadi lebih jelas bahwa pendapat wanita pertama (Ibu Ani) adalah satu-satunya yang penting." Dengan memonitor wanita pertama , lembaga Australia juga berharap untuk mendapatkan pemahaman yang lebih luas dari posisi keuangan keluarga pertama di Indonesia dan jaringan patronase yang mengalir dari itu.
Dituliskan juga oleh media tersebut, " Ibu Negara Kristiani Herawati semakin berusaha untuk memanfaatkan keuntungan pribadi dengan bertindak sebagai broker atau fasilitator untuk usaha bisnis. Banyak kontak juga memberitahu kita bahwa anggota keluarga Kristiani ini telah mulai membangun perusahaan untuk mengkomersilkan pengaruh keluarga mereka ."
Tidak ada bukti menyebutkan bahwa Pak SBY atau Ibu Ani sengaja memberi dukungan finansial dan politik untuk setiap elemen Islam radikal untuk mendekati mereka, keduanya adalah  lawan gigih ekstremisme dan terorisme , dan merupakan pendukung kuat untuk Indonesia yang sekuler. Pada bulan Agustus 2009 , setelah dokumen Snowden membuka rahasia ulah intelijen Australia, DSD berusaha untuk memantau pemikiran para pemimpin Indonesia , termasuk SBY dan istrinya , agen mata-mata Australia sibuk mencoba untuk memecahkan misteri pemboman bulan sebelumnya di Marriott  dan Ritz - Carlton hotel Jakarta yang menewaskan tujuh orang , termasuk tiga warga Australia .
Selain itu, dalam data Wikileaks yang bersumber dari data intelijen Australia pada Oktober 2007 disebutkan, mereka mengorek informasi dari penasihat SBY, TB Silalahi. Disebutkan TB Silalahi menyebut soal pengaruh Ibu Ani yang bahkan hampir membuat sepupunya, Sudi Silalahi, yang duduk di kabinet mengundurkan diri. Menanggapi hal itu, ketika ditemui media, Sudi juga membantah adanya peran Ibu Negara Ani Yudhoyono dalam mempengaruhi keputusan yang diambil Presiden SBY. Selain itu Jubir Presiden SBY, julian Aldrin Pasha mengatakan bahwa informasi Wikileaks tidak bermutu dan sumbernya tidak jelas.

Analisis

Ketegangan dan kerenggangan diplomatik antara pemerintah kedua negara, Indonesia dan Australia  nampaknya akan terus berlanjut. Perbaikan hubungan inisiatif berada pada sisi Indonesia sebagai pihak yang tersakiti dan pantas marah. Tetapi bola panas berada di tangan Australia.  Australia di sisi yang tertekan mengharap down grade hubungan segera naik dan segera pulih. Indonesia menetapkan enam step untuk pemulihan hubungan, dan kini baru berjalan satu langkah. Pemerintah Australia yang diwakili Menlu Julie Bishop selama ini sudah tiga kali berkunjung ke Indonesia, pada kunjungan terakhirnya menyatakan pemerintahnya menyesalkan terjadinya penyadapan.
Kini, media Australia menayangkan kabar, membuka alasan mengapa intelijen Australia melakukan penyadapan terhadap Ibu Negara Ani Yudhoyono seperti yang diberitakan oleh Snowden. Dasar penyadapan menurut The Australian dikatakan berdasarkan informasi dari badan intelijen Australia yang bersumber dari kabel diplomatik Kedubes AS di Jakarta tanggal 17 Oktober 2007 tentang besarnya peran Ibu Ani dalam hal kepemimpinan Presiden SBY.
Berita yang dilansir media Australia jelas merupakan upaya pembenaran dari sisi kepentingan nasional Australia. Sebagai negara demokrasi, aksi spionase berupa penyadapan banyak dikutuk oleh masyarakat internasional. Oleh karena itu nampaknya intelijen Australia mencoba menetralisir kemungkinan tekanan terhadap negaranya dan kemudian berusaha melibatkan pihak Amerika Serikat.
Dalam tindakan ini penulis melihat sebuah langkah serangan intelijen "conditioning," bak pisau bermata dua. Disatu sisi penyadapan tidak disalahkan oleh lawan politik pemerintah, terkait sikap PM Tony Abott, kedua ada pressure psikologis pembukaan sedikit rahasia dari Ibu Ani Yudhoyono. Mereka menjadi lebih berani bermain fakta, dengan kata broker, kemampuan Ibu Ani dengan perspektif kebijakan yang dipilihnya sendiri, pengaruhnya terhadap kekuatan Islam , pembagian kekuasaan antara presiden dan isterinya serta tuduhan mengerahkan kekuasaan atas make up kabinet.
Apa yang terbaca dari strategi Australia? Nampaknya pemerintah Australia menginginkan segera pulihnya hubungan diplomatik kedua negara dalam batas normal. Jadi secara halus tetapi nyata, pesan penggalangan tersebut disalurkan melalui jalur media, dengan harapan sikap dan keputusan keras pemerintah Indonesia di nilai kembali. Intelijen Australia jelas sudah sangat memahami baik karakter serta sifat dan perilaku para pejabat Indonesia.
Jadi apa yang sebaiknya dilakukan Indonesia? Diakui atupun tidak, Australia sudah berada di depan dua dan bahkan tiga langkah, karena mereka menguasai informasi dari Presiden SBY dan Ibu Ani, termasuk para pejabat tinggi di Indonesia. Australia menggunakan referensi AS dan menyebut nama Yahya Asegaf (BIN), TB Silalahi dan Sudi Silalahi, yang disebutkan memberikan pernyataan miring kepada pemerintahan Presiden SBY. Penulis perkirakan rahasia, dan bahkan hal yang paling sensitifpun mungkin sudah mereka pegang. Ini bisa dikalkulasikan, karena selama ini kita tidak sadar bahwa jalur komunikasi terbuka dan tertutup pejabat kita sudah disadap.
Memang dengan semangat nasionalisme, kita tidak perlu takut menghadapi kelakuan Australia, tetapi dilain sisi akan lebih smart dan bijak apabila rasa tanpa takut itu ditinjau kembali (diukur ulang). Bisa saja setiap saat beberapa rahasia sensitif akan mereka publikasikan di Australia atau mereka meminjam tangan lain dan melemparkan ke publik. Sebaiknya memang tekanan agak dikurangi dan hubungan segera dipulihkaan. Kita tidak bisa mengharap Australia akan menjadi negara baik yang tidak akan menyadap kembali, sulit membuktikannya baik secara material ataupun faktual.

Yang bisa dilakukan adalah kita berdiri sama tegak dengan Australia, tangkal upaya penyadapan kedepan dengan meningkatkan kesadaran sekuriti, naikkan anggaran Intelijen agar kemampuannya meningkat pesat. Penulis setuju Lembaga Sandi Negara yang kini dibawah Kemhan di kembalikan di bawah BIN. Perlu disadari bahwa Australia kini gundah dengan naiknya pamor pesawat tempur Indonesia buatan Rusia. Kita lakukan pemeriksaan sekuriti komunikasi dan berdayakan para ahli komunikasi dan enkripsi di dalam negeri. Kalau kita niat, pasti mampu dan bisa. Sudah tidak waktunya kita marah, mereka tetap tersenyum. Seperti kata Sun Tzu kita bisa dan sudah kalah sebelum berperang. Itulah intelijen yang harus diantisipasi.

Kamis, 26 Desember 2013

AUDIT FORENSIK

Gambaran umum audit forensik

Audit Forensik terdiri dari dua kata, yaitu audit dan forensik. Audit adalah tindakan untuk membandingkan kesesuaian antara kondisi dan kriteria. Sementara forensik adalah segala hal yang bisa diperdebatkan di muka hukum / pengadilan.
Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE), forensic accounting / auditing merujuk kepada fraud examination. Dengan kata lain keduanya merupakan hal yang sama, yaitu:
“Forensic accounting is the application of accounting, auditing, and investigative skills to provide quantitative  financial information about matters before the courts.”
Menurut D. Larry Crumbley, editor-in-chief dari Journal of Forensic Accounting (JFA) “Akuntansi forensik adalah akuntansi yang akurat (cocok) untuk tujuan hukum. Artinya, akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judicial atau administratif”.
Dengan demikian, audit forensik bisa didefinisikan sebagai tindakan menganalisa dan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan kriteria, untuk menghasilkan informasi atau bukti kuantitatif yang bisa digunakan di muka pengadilan. Karena sifat dasar dari audit forensik yang berfungsi untuk memberikan bukti di muka pengadilan, maka fungsi utama dari audit forensik adalah untuk melakukan audit investigasi terhadap tindak kriminal dan untuk memberikan keterangan saksi ahli (litigation support) di pengadilan.
Audit Forensik dapat bersifat proaktif maupun reaktif. Proaktif artinya audit forensik digunakan untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan risiko terjadinya fraud atau kecurangan. Sementara itu, reaktif artinya audit akan dilakukan ketika ada indikasi (bukti) awal terjadinya fraud. Audit tersebut akan menghasilkan “red flag” atau sinyal atas ketidakberesan. Dalam hal ini, audit forensik yang lebih mendalam dan investigatif akan dilakukan.



Perbandingan antara Audit Forensik dengan Audit Tradisional (Keuangan)
Audit Tradisional
Audit Forensik
Waktu
Berulang
Tidak berulang
Lingkup
Laporan Keuangan secara umum
Spesifik
Hasil
Opini
Membuktikan fraud (kecurangan)
Hubungan
Non-Adversarial
Adversarial (Perseteruan hukum)
Metodologi
Teknik Audit
Eksaminasi
Standar
Standar Audit
Standar Audit dan Hukum Positif
Praduga
Professional Scepticism
Bukti awal
Perbedaan yang paling teknis antara Audit Forensik dan Audit Tradisional adalah pada masalah metodologi. Dalam Audit Tradisional, mungkin dikenal ada beberapa teknik audit yang digunakan. Teknik-teknik tersebut antara lain adalah prosedur analitis, analisa dokumen, observasi fisik, konfirmasi, review, dan sebagainya. Namun, dalam Audit Forensik, teknik yang digunakan sangatlah kompleks.
Teknik-teknik yang digunakan dalam audit forensik sudah menjurus secara spesifik untuk menemukan adanya fraud. Teknik-teknik tersebut banyak yang bersifat mendeteksi fraud secara lebih mendalam dan bahkan hingga ke level mencari tahu siapa pelaku fraud. Oleh karena itu jangan heran bila teknik audit forensik mirip teknik yang digunakan detektif untuk menemukan pelaku tindak kriminal. Teknik-teknik yang digunakan antara lain adalah metode kekayaan bersih, penelusuran jejak uang / aset, deteksi pencucian uang, analisa tanda tangan, analisa kamera tersembunyi (surveillance), wawancara mendalam, digital forensic, dan sebagainya.
Praktik Ilmu Audit Forensik
Penilaian risiko fraud
Penilaian risiko terjadinya fraud atau kecurangan adalah penggunaan ilmu audit forensik yang paling luas. Dalam praktiknya, hal ini juga digunakan dalam perusahaan-perusahaan swasta untuk menyusun sistem pengendalian intern yang memadai. Dengan dinilainya risiko terjadinya fraud, maka perusahaan untuk selanjutnya bisa menyusun sistem yang bisa menutup celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud tersebut.
Deteksi dan investigasi fraud
Dalam hal ini, audit forensik digunakan untuk mendeteksi dan membuktikan adanya fraud dan mendeteksi pelakunya. Dengan demikian, pelaku bisa ditindak secara hukum yang berlaku. Jenis-jenis fraud yang biasanya ditangani adalah korupsi, pencucian uang, penghindaran pajak, illegal logging, dan sebagainya.
Deteksi kerugian keuangan
Audit forensik juga bisa digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kerugian keuangan negara yang disebabkan tindakan fraud.
Kesaksian ahli (Litigation Support)
Seorang auditor forensik bisa menjadi saksi ahli di pengadilan. Auditor Forensik yang berperan sebagai saksi ahli bertugas memaparkan temuan-temuannya terkait kasus yang dihadapi. Tentunya hal ini dilakukan setelah auditor menganalisa kasus  dan data-data pendukung untuk bisa memberikan penjelasan di muka pengadilan.
Uji Tuntas (Due diligence)
Uji tuntas atau Due diligence adalah istilah yang digunakan untuk penyelidikan guna penilaian kinerja perusahaan atau seseorang , ataupun kinerja dari suatu kegiatan guna memenuhi standar baku yang ditetapkan. Uji tuntas ini biasanya digunakan untuk menilai kepatuhan terhadap hukum atau peraturan.
Praktik Audit Forensik
Dalam praktik di Indonesia, audit forensik hanya dilakukan oleh auditor BPK, BPKP, dan KPK (yang merupakan lembaga pemerintah) yang memiliki sertifikat CFE (Certified Fraud Examiners). Sebab, hingga saat ini belum ada sertifikat legal untuk audit forensik dalam lingkungan publik. Oleh karena itu, ilmu audit forensik dalam penerapannya di Indonesia hanya digunakan untuk deteksi dan investigasi fraud, deteksi kerugian keuangan, serta untuk menjadi saksi ahli di pengadilan. Sementara itu, penggunaan ilmu audit forensik dalam mendeteksi risiko fraud dan uji tuntas dalam perusahaan swasta, belum dipraktikan di Indonesia.
Penggunaan audit forensik oleh BPK maupun KPK ini ternyata terbukti memberi hasil yang luar biasa positif. Terbukti banyaknya kasus korupsi yang terungkap oleh BPK maupun KPK. Tentunya kita masih ingat kasus BLBI yang diungkap BPK. BPK mampu mengungkap penyimpangan BLBI sebesar Rp84,8 Trilyun atau 59% dari total BLBI sebesar Rp144,5 Trilyun. Temuan tersebut berimbas pada diadilinya beberapa mantan petinggi bank swasta nasional. Selain itu juga ada audit investigatif dan forensik terhadap Bail out Bank Century yang dilakukan BPK meskipun memberikan hasil yang kurang maksimal karena faktor politis yang sedemikian kental dalam kasus tersebut.
Gambaran Proses Audit Forensik
Identifikasi masalah
Dalam tahap ini, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap. Pemahaman awal ini berguna untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.
Pembicaraan dengan klien
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap penugasan audit.
Pemeriksaan pendahuluan
Dalam tahap ini, auditor melakukan pengumpulan data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much). Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal 4W + 1H (who, what, where, when, and how much). Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.
Pengembangan rencana pemeriksaan
Dalam tahap ini, auditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Setelah diadministrasikan, maka akan dihasilkan konsep temuan. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.
Pemeriksaan lanjutan
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Dalam tahap ini lah audit sebenarnya dijalankan. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud tersebut.
Penyusunan Laporan
Pada tahap akhir ini, auditor melakukan penyusunan laporan hasil audit forensik. Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan. Poin-poin tersebut antara lain adalah:
1.  Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.
2. Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.
3. Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud, serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut.