Minggu, 28 Desember 2014

Tulisan Etika Profesi : Kasus Enron dan KAP Arthur Enderson

 Kasus Enron dan KAP Arthur Enderson


1.       Kasus KAP Arthur Enderson dan Enron
Enron Corporation adalah sebuah perusahaan energi Amerika yang berbasis di Houston,Texas, Amerika Serikat. Sebelum bangkrutnya pada akhir 2001, Enron mempekerjakan sekitar 21.000 orang pegawai dan merupakan salah satu perusahaan terkemuka di dunia dalam bidang listrik, gas alam, bubur kertas dan kertas, dan komunikasi. Enron mengaku penghasilannya pada tahun 2000 berjumlah $101 miliar. Fortune menamakan Enron "Perusahaan Amerika yang Paling Inovatif" selama enam tahun berturut-turut. Enron menjadi sorotan masyarakat luas pada akhir 2001, ketika terungkapkan bahwa kondisi keuangan yang dilaporkannya didukung terutama oleh penipuan akuntansi yang sistematis, terlembaga, dan direncanakan secara kreatif. Operasinya di Eropa melaporkan kebangkrutannya pada 30 November 2001, dan dua hari kemudian, pada 2 Desember, di AS Enron mengajukan permohonan perlindungan Chapter 11. Saat itu, kasus itu merupakan kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dan menyebabkan 4.000 pegawai kehilangan pekerjaan mereka. Tuntutan hukum terhadap para direktur Enron, setelah skandal tersebut, sangat menonjol karena para direkturnya menyelesaikan tuntutan tersebut dengan membayar sejumlah uang yang sangat besar secara pribadi. Selain itu, skandal tersebut menyebabkan dibubarkannya perusahaan akuntansi Arthur Andersen, yang akibatnya dirasakan di kalangan dunia bisnis yang lebih luas. Enron masih ada sekarang dan mengoperasikan segelintir aset penting dan membuat persiapan-persiapan untuk penjualan atau spin-off sisa-sisa bisnisnya. Enron muncul dari kebangkrutan pada November 2004 setelah salah satu kasus kebangkrutan terbesar dan paling rumit dalam sejarah AS. Sejak itu, Enron menjadi lambang populer dari penipuan dan korupsi korporasi yang dilakukan secara sengaja.

2.       Kesalahan KAP Arthur Enderson
Arthur Andersen mempunyai peran yang besar dalam kecurangan ini. Hal ini dikarenakan Andersen melakukan manipulasi pembentukan entitas khusus dan memberikan opini yang menyatakan bahwa laporan keuangan Enron wajar. Hal tersebut sangat bertentangan dengan tugas seorang auditor untuk memberikan keyakinan pada laporan keuangan yang dia periksa. Pada tanggal 12 Oktober 2001 Arthur Andersen menerima perintah dari para pengacara Enron untuk memusnahkan seluruh materi audit, kecuali berkas-berkas yang paling dasar. Kini, Arthur Andersen menghadapi berbagai tuntutan di pengadilan. Di dalam pengadilan, akan diajukan pertanyaan dari para penyidik kepada para eksekutif di Arthur Andersen. Bagaimana bisa mereka kecolongan selama beberapa tahun tanpa menandai penyimpangan dalam akuntansi Enron yang agresif, bahkan kriminal itu? Seberapa banyak Andersen tahu tentang pemusnahan sejumlah dokumen audit Enron oleh salah satu auditornya? Pertanyaan yang lebih kejam: tidakkah Andersen ikut terlibat mempermak laporan keuangan mengingat Enron membayar mahal perusahaan itu-US$ 52 juta pada tahun 2000-tak hanya untuk jasa audit tapi juga jasa konsultasi?. Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa KAP Arthur Anderson melanggar kode etik profesi dan tidak independen dalam penugasannya sebagaimana yang seharusnya sebagai seorang akuntan. terbukti pada tanggal 14 Maret 2002 departemen kehakiman Amerika memvonis KAP Andersen bersalah atas tuduhan melakukan penghambatan dalam proses peradilan karena telah menghancurkan dokumen-dokumen yang sedang di selidiki.

3.       Masalah dan Kecurangan yang dilakukan oleh Enderson
Dalam proses pengusutan sebab-sebab kebangkrutan Enron, Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar Manipulasi keuntungan disebabkan keinginan perusahaan agar saham tetap diminati investor. selain itu, terungkap pula adanya kemitraan Enron dengan perusahaan “kosong”, seperti Chewco dan JEDI. Perusahaan dengan nama yang terkesan main-main (Chewco dan JEDI adalah karakter dalam Star Wars) ini membuat para eksekutif Enron yang mengemudikannya kaya raya, dan Enron membuat pembukuan off balance sheet atas kerugian ratusan juta dolar sehingga tersembunyi dari mata investor dan pihak lain. Skandal ini semakin ruwet dengan ditengarainya keterlibatan banyak pejabat tinggi gedung putih dan politisi di Senat Amerika Serikat yang pernah menerima kucuran dana politik dari perusahaan ini.Bahkan tercatat 35 pejabat penting pemerintahan George W. Bush merupakan pemegang saham Enron. Dalam daftar perusahaan penyumbang dana politik, Enron tercatat menempati peringkat ke-36, dan penyumbang peringkat ke-12 dalam penggalangan dana kampanye Bush. Akibat pertalian semacam itu, banyak orang curiga pemerintahan Bush dan para politisi telah dan akan memberikan perlakuan istimewa, baik dalam bisnis Enron selama ini maupun dalam proses penyelamatan perusahaan itu.

4.       Dampak kasus Enron
a.       Dampak bagi Enron
Akibat kasus yang meinimpanya, kini enron mengalami kebangkrutan dengan meninggalkan hutang hampir sebesar US $ 31.2 milyar. saat itu, Sertifikat saham mereka tak lagi punya nilai-mungkin hanya layak dipajang dalam pigura untuk mengenang salah satu skandal keuangan terbesar dalam dunia bisnis.
b.      Dampak bagi KAP Arhtur Andersen
Arthur Andersen LLP (member di Amerika Serikat) yang dianggap ikut bersalah dalam kebangkrutan Enron juga terkena imbasnya. Member Arthur Andersen di beberapa negara seperti, Jepang dan Thailand, telah membuat kesepakatan merger dengan KPMG, Australia dan Selandia Baru dengan Ernst & Young, dan Spanyol dengan Deloitte Touche Tohmatsu. Di Amerika sendiri, aktivitas seluruh member Andersen dibekukan pemerintah. Akibatnya, menurut Asian Wall Street Journal klien-klien Andersen LLP beralih ke berbagai auditor. Antara lain Delotte and Touche (10 persen), KPMG (11 persen), PriceWaterhouseCooper (20 persen), dan Ernst & Young (28 persen). Dan yang berpindah ke auditor-auditor kecil lainnya atau mengaku belum tahu berpindah kemana sebanyak 40 persen. ini menunjukkan bahwa KAP Andersen terus menerima konsekwensi negatif dari kasus Enron berupa kehilangan klien, pembelotan afiliasi yang bergabung dengan KAP yang lain dan pengungkapan yang meningkat mengenai keterlibatan pegawai KAP Andersen dalam kasus Enron.
c.       Dampak bagi Makro Ekonomi Amerika
Keruntuhan perusahaan energi Enron cukup banyak berdampak bagi dunia bisnis internasional khususnya Amerika. Akibat kebangkrutan Enron pada tahun 2001 sedikitnya 4.000 karyawan kehilangan pekerjaan. Kolapsnya Enron juga mengguncang neraca keuangan para kreditornya yang telah mengucurkan milyaran dolar (JP Morgan Chase dan Citigroup adalah dua kreditor terbesarnya). Para karyawan Enron dan investor kecil-kecilan juga dirugikan karena simpanan hari tua mereka yang musnah. Sebagian besar dana pensiun dan tabungan 20.000 karyawan Enron terikat dalam saham yang kini tanpa nilai. Banyak lembaga keuangan internasional juga ikut menderita kerugian akibat bangkrutnya Enron, sehingga membuat mereka semakin berhati-hati dalam membidik peluang investasi. Perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di pasar modal diharuskan memenuhi persyaratan pembeberan (disclosure) yang luar biasa ketat.

5.       Imbas kasus Enron bagi Indonesia
berimplikasi sangat luas terhadap pasar keuangan global yang di tandai dengan menurunnya harga saham secara drastis berbagai bursa efek di belahan dunia, mulai dari Amerika, Eropa, sampai ke Asia termasuk Indonesia yang juga mengalami penurunan  Harga saham di bursa efek Indonesia.

6.       Dampak Kasus Enron Terhadap Profesi Auditor di Amerika Maupun di Indonesia
Akibat kasus Enron kini kredibilitas akuntan publik menjadi jatuh terutama disebabkan oleh keterlibatan Arthur Andersen salah satu KAP terbesar di dunia di dalam skandal tersebut. Akuntan Publik tidak lagi dipandang sebagai profesi yang unik melainkan sebagai industri yang tidak lepas dari kepentingan bisnis yang sempit. Fenomena ini telah mendorong berbagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan publik. Contoh yang paling nyata adalah inisiatif Sarbanes-Oxley yang merekomendasikan pembentukan badan pengawas akuntan publik di pasar modal. Indonesia sendiri tidak terlepas dari pengaruh skandal tersebut sehingga berbagai pihak seperti IAI dan BAPEPAM kini tengah membahas pengawasan kompetensi dari Akuntan publik terutama yang terlibat di pasar modal Indonesia. Bagi perusahaan di Indonesia sendiri, pelajaran dari AS tersebut harus menjadi acuan agar tidak sampai terulang di Indonesia.

Sumber :


Selasa, 07 Oktober 2014

TUGAS 1 : Etika

ETIKA     

                                                  
Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benarsalahbaikburuk, dantanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).
Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia
JENIS ETIKA
Etika Filosofis
Etika filosofis secara harfiah dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Karena itu, etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat; etika lahir dari filsafat.
Etika termasuk dalam filsafat, karena itu berbicara etika tidak dapat dilepaskan dari filsafat. Karena itu, bila ingin mengetahui unsur-unsur etika maka kita harus bertanya juga mengenai unsur-unsur filsafat. Berikut akan dijelaskan dua sifat etika
1. Non-empiris
Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang konkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang konkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala konkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang konkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
2. Praktis
Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dsb, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.
Etika Teologis
Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. Pertama, etika teologis bukan hanya milik agama tertentu, melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing Kedua, etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum, karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum, dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum.
Secara umum, etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis.Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis. Di dalam etika Kristen, misalnya, etika teologis adalah etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi, serta memandang kesusilaan bersumber dari dalam kepercayaan terhadap Allah atau Yang Ilahi. Karena itu, etika teologis disebut juga oleh Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris. Etika teologis Kristen memiliki objek yang sama dengan etika secara umum, yaitu tingkah laku manusia. Akan tetapi, tujuan yang hendak dicapainya sedikit berbeda, yaitu mencari apa yang seharusnya dilakukan manusia, dalam hal baik atau buruk, sesuai dengan kehendak Allah.
Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya
Peran dan Manfaat Etika

Peran dan manfaat etika (Ketut Rinjin, 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira, 2006) yaitu :
1. Manusia hidup dalam jajaran norma moral, religius, hukum, kesopanan, adat istiadat dan permainan. Oleh karena itu, manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya.
2. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya = human act, dan bukan an act of man. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri, sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom.
3. Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu, norma hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum, norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari, etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat, asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
4. Manfaat etika adalah mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom, mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.
Etika di Indonesia

Bagaimana penerapan etika di Indonesia? Orang-orang Indonesia sudah mempunyai dasar moral yang lembut, bila dilihat dari konsep ajaran. Perealisasiannya, masih banyak yang bagaikan manusia bar-bar. Bahkan tak jarang orang Indonesia berbuat suatu tindakan yang buruk dan berapologi bahwa ia melakukannya tidak sadar. Dalam bidang kehidupan yang lebih besar, masih banyak orang Indonesia yang bertindak tanpa kesadaran akan konsekuensi. Bidang politik misalnya, banyak pejabat politik yang hanya mengkultus tahta dan kekuasaan tanpa sadar tanggung jawabnya sebagai pengemban amanah rakyat. Hingga akhirnya politik di Indonesia hanya menjadi politik transaksional. Begitu pun dalam bidang hukum dan HAM, banyak orang Indonesia yang lebih mementingkan legalitas formal sebagai ukuran suatu kebenaran. Bila syarat-syarat legalitas formal sudah terpenuhi, seorang terdakwa suatu kasusu hukum akan dinyatakan tak bersalah sekalipun sebenarnya ia bersalah. Penyodoran syarat-syarat legalitas tersebut tanpa disertai kesadaran dan kepekaan hati nurani.
Sudah terlalu lama Indonesia terjebak dalam pengaruh luaran yang sebagian besar tidak cocok bagi pribadi bangsa Indonesia. Pribadi bangsa Indonesia yang dahulu terbentuk berdasarkan ajaran budaya yang luhur mempunyai ajaran kebaikan yang luhur pula. Selayaknya ditambatkan pula di dalam setiap pribadi konsep etika dasar. Konsep etika semestinya diterapkan sejak dini dalam berbagai bidang kehidupan di Indonesia. Hingga akhirnya kita sadar konsekuensi dari perbuatan kita, dan label sebagai negara yang berbudi luhur bisa dipertanggungjawabkan.
SUMBER :

Jumat, 30 Mei 2014

LANGUAGE BLENDS AND CODE MIXING

LANGUAGE BLENDS AND CODE MIXING

Language Blends

1.      Information + entertainment = Infotainment

2.      Motor + hotel = motel

3.      Helicopter + airport = heliport

4.      Emote + icon = emoticon

5.      Television + Broadcast  = Telecast

6.      Breakfast + Lunch  = Brunch

7.      Binary + Digit  = Bit

8.      Teleprinter + Exchange  = Telex

9.       Advertisement + editorial   = advertorial

10.   Channel + tunnel  = chunnel
11.   Oxford + Cambridge  = Oxbridge
12.   Smoke + haze = smaze
13.   Smoke + murk = smurk
14.   Slang + language = slanguage
15.   Guess + estimate = guesstimate
16.   Square + aerial = squaerial
17.   Toys + cartoons = toytoons
18.   Affluence + influenza = affluenza
19.   Simultaneous + broadcast = simulcast
20.  dock + condominium   = dockominium
21.  information + commercials   = informercials
22.  Smoke + fog = smog

Code Mixing
1.      Mereka akan married bulan depan.
2.      Ruangan ini terasa pansas karena AC sedang rusak.
3.      Saya tidak bisa login studentside untuk memasukan tugas softskill.
4.      Raisa dan artis lainnya akan perform di Margo City nanti malam.
5.      Rani dan pasangannya melakukan fitting baju pernikahan yang akan digunakan besok.
6.      Pertandingan bola akan disiarkan secara live nanti malam.
7.      Saya dan ibu sedang menyiapkan surprise untuk ulang tahun ayah.
8.      Ivan Gunawan adalah salah satu fashion designer yang terkenal di Indonesia.
9.      Fachri terlihat happy setelah lulus sidang S1nya.
10.  Dalam rangka perayaan tahun baru beberapa mall mengadakan midnight sale.
11.  Dinda selalu menyempatkan diri untuk treatment disalon setiap minggunya.

12.  Jangan selalu negative thinking kepada orang lain.

Rabu, 30 April 2014

Tugas report text business english 2




Tugas Report Text Business English 2

Dolphin

Dolphins are highly intelligent marine mammals , in addition to the natural systems that complement the body is very complex . So much technology inspired by dolphins . One example is dolphin skin that is able to minimize friction with the water , so the dolphins can swim with a bit of water resistance . It is used by swimmers to design swimsuits that resemble the skin of dolphins .Dolphins have a system that is used to communicate and receive excitatory called sonar system , this system can avoid objects in front of the dolphin , so to avoid a collision . This technology is then applied in the manufacture of submarine radar . Dolphins are mammals as dolphins are mammals . They live in the sea and rivers throughout the world . Kerebat dolphins are whales and dolphins . There are more than 40 types of dolphins .Baby dolphin newborn will be brought to the surface by a parent in order to breathe air .
Dolphins need to rise to the surface to breathe to stay alive .Dolphins breathe air through a hole located at the top of its head was clearly .The sleek and slim body is very suitable for swimming . Parent dolphin feeding her child with tasty milk and provide energy for their children to grow up . Every child dolphins always near its mother could protect from harm .Dolphins are always keeping in touch with their children to grow even larger .Parent dolphins calling their children with special whistles they can identify with.Dolphins live and work in groups called a herd . They often play together . A dolphin can not sleep well under water . He could drown . Therefore , he was half asleep moment of the day . Dolphins eat squid and fish such as gray mullet . Some dolphins herding a shoal of fish for easy capture. Dolphins find a way to transmit sound in the water . If the noise on an object , the sound will be reflected back as an echo . Some, due to noise in the sea oil drilling could confuse the dolphins . They will have difficulty in sending and receiving messages . Because dolphins can communicate , so a dolphin called the most intelligent animals , exceeding simpanze .
Humans always interested in the story of a dolphin . The Romans had created a mosaic picture of dolphins around 2,000 years ago . Now , people love to swim in the sea with intelligent and friendly animals such as dolphins .Dolphins have to be careful of sharks that might attack them at any time .They protect themselves with teeth , sometimes they use the beak as a ramrod . Humans can catch a lot of fish for the dolphins for food . Sometimes , dolphins caught by fishing nets . They can not breathe at the surface , consequently they drowned . When hazardous chemicals are dumped into the sea , the waste can poison the food eaten dolphin . Construction of dams on rivers and lakes drying , leaving little room for animals like dolphins to live in Brazil .
Dolphins are mammals classified as intelligent . Dolphins could help humans , if dolphins are trained , even the fire circle can they break through.Sea lions , primates , whales and dogs also includes an intelligent animal .Dolphins have been trained to perform a variety of attractions and they can also count , but not wild dolphins can perform a variety of attractions .Today, dolphins and whales are rare, the dolphins and whales should be protected . Dolphins and whales have been protected throughout the world began .

Sabtu, 29 Maret 2014

How to be a good CEO


Chief Executive Officer (CEO)


I’ve spent a lot of time recently thinking about what it takes to be a great Startup CEO that is also a founder. Here are some of the traits I’ve found.

BE A KEEPER OF THE COMPANY VISION

The CEO is the keeper of the company’s overall vision. I’m not talking about the vision for the next few months, but the larger road ahead. The CEO needs to be able to keep things on course for the current quarter to make sure that the large overarching vision of the company can be achieved. The takeover the world vision of a startup usually can’t be achieved in one year or even in some cases, like Google, in a decade. It takes a great startup CEO to keep the company on track to achieve that vision. A great startup CEO will often judge upcoming initiatives to see if they fit in as a piece of the large puzzle for the bigger vision.

ABSORB THE PAIN FOR THE TEAM

A startup CEO needs to be the personal voodoo doll for a startup. They need to be able to take on a strong burden of stress, pain, and torture all while making level headed decisions. You can’t have the troops stressing and worrying about the difficult challenges at hand. A good startup CEO will absorb the stress, so the rest of the team can carry on. He also needs to be able to mask this pain and stress. Not that he should hide or lie to the team- I’m not encouraging that. Most of the day to day nuances+stresses of a startup aren’t worth having the entire team worry about and the CEO needs to bear that pain.

FIND THE SMARTEST PEOPLE AND DEFER ON DOMAIN EXPERTISE

A startup CEO has a great knack for finding talent. The key is finding people that are smarter than you on specific topics. It might be technical team members/leaders or it might be a new VP of Biz Dev. A startup CEO has to have the ability to find these people and make relatively fast decisions to hire them. They also have to be able to show the fire and passion to convince them to leave what is most likely a better paying and more secure job to join the company. The real key to hiring as a startup CEO comes after the hire. A great startup CEO will be able to trust the hires that they make and defer to them on areas of domain expertise. It’s hard to let go, but you have to learn to, especially when the company grows.

BE A GOOD LINK BETWEEN THE COMPANY + INVESTORS

Whether you want to believe it or not, you are not an investor’s only portfolio company. Even if you are a superstar, they have a handful of other companies to help and a ton of incoming potential portfolio companies. A good investor will pick 2-3 new companies per year to work with. A good startup CEO will be a good link between progress, issues, and areas where they need help with investors. A good portion of early stage startups that raise money will have a board comprised of 3 people: the CEO founder, the investor, and an independent board member. You are the lone representative for your cofounder and other employees.

BE A GOOD LINK BETWEEN THE COMPANY + PRODUCT

I have this unwavering belief that the best companies are those that keep a founder as CEO for the long haul. Not because the founders have the right to be CEO, but because the CEO needs to be close to the product vision of the company. Founding CEOs understand this the best and can carry out that same unified vision over time. To fill in the management gaps a great COO, other board members, and heads of divisions will come along. It’s a strategy that Facebook has employed and why Apple has had a great resurgence with Steve Jobs at the helm. It’s all about keeping the CEO as close as possibly linked to the product.

BE ABLE TO LEARN ON THE JOB

Most startup CEOs didn’t start out with an MBA or some background in growing a company from nothing to something. The best have an ability to learn along the way and embrace their failures to become a better leader. The best startup CEOs will surround themselves with smart mentors to be a sounding board along the way.

NO EXPERIENCE ALMOST PREFERRED

It’s almost better to have a blank slate of zero experience as a startup CEO. If you come in with preconceived notions and block out the scrappy methods of a startup founder, it actually hurts you. Traditional education often trains you to be CEO or manager for a much larger company, not for a startup of under 50 people. It’s a different kind of leadership and company.

HAVE AN UNCANNY ABILITY TO SAY NO

You will be inundated with a list of requests from potential partners, investors, employees, and more. They will all sound absolutely wonderful. As you grow, you will also have the resources to execute more of them. Don’t. It’s easy to say yes, but so very hard to say no. By having an uncanny ability to say no, you can keep your company on track with the large vision you maintain. It will also keep your team members (notice I don’t like to use the word “employees”) laser focused and feel more rewarded as they are able to focus on one thing for a good chunk of time. I’ve seen too many startups sink because the CEO keeps changing what the head of product and engineering should be doing.

HAVE SOME TECHNICAL KNOWLEDGE AND SKILLSET

A good startup CEO shouldn’t be afraid of a little bit of code and a text editor. They don’t need to be diving into the source code on a daily basis, but they need to understand the technical requirements. It’s easy to say “go build this”, but it’s a whole other ball game to understand how to build it. What seems simple may be a huge mountain of a technical feat that just isn’t feasible with the given resources and deadlines. It can also help lend some street cred with hiring early technical team members too.

BE ABLE TO BREAK THINGS DOWN INTO SIZABLE CHUNKS + MILESTONES

Remember that huge unwavering vision that you are the keeper of? Odds are it only makes sense to you and your cofounder. You will need to break it up into sizable chunks and milestones for the rest of the team to understand it. You also need to be able to pick when and where to conquer things strategically. What is the past of least resistance so you can gain traction? What can you do first with your given resources?

HAVE THE ABILITY TO CALL AN AUDIBLE

Nothing goes according to plan. Things fall through, people quit, shit happens, servers crash, and other random things go bump in the night. You’re going to have to deal with it and fast. This is a football term:
“Seen when the quarterback goes up to the line of scrimmage, sees a defensive alignment he wasn’t expecting, and adjusts by yelling out a new play.”
You’re going to come up against things that you didn’t expect and just be able to call an audible. Launch faster, spend more money here, or even abandon a project.

CAN MOTIVATE THE TEAM THROUGH DESPAIR

People love to talk in this business. People love to talk even more when you’re company isn’t fairing well. A great CEO will be able to take those moments of public despair and keep the company focused. They will be able to debunk the rumors or even approach them head on by keeping the members of the company focused on the bigger mission at hand. It can come in simple 5 minute talks or motivational emails. The worst thing you can do is avoid the situation and be passive aggressive. I repeat: DO NOT WUSS OUT.

BE A GREAT COMMUNICATOR


You need to be able to portray the energy and passion that you feel into others…over and over and over and over and over and over again on a daily basis. As a startup founder you need to communicate the vision and hope for the future of your startup to the rest of the world. You need to be able to break down the overall vision of the company into something that mere mortals can understand. You can’t speak in crazy technical jargon or industry terms. It needs to be simple, clear, and compelling. You also need to be able to argue your point. Many will pick “fights” with you just to see how strong willed you are. Be respectful, but be very confident in your answer. Often wrong, but never in doubt my friend.

sumber : http://jasonlbaptiste.com/featured-articles/14-ways-to-be-a-great-startup-ceo/